Suarakampus.com– Ridha Mutiara Hariyani, Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam (BKI), berhasil meraih predikat lulusan terbaik berkat usaha, doa, dan manajemen waktu. Ia menegaskan keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan keluarga, terutama setelah kehilangan ayah di awal semester, Minggu (19/04).
Ridha Mutiara Hariyani menjelaskan, dirinya merupakan anak tunggal yang selalu mendapat dukungan penuh dari keluarga dalam setiap proses kehidupan akademiknya. “Sejak ayahnya meninggal di awal semester dua, keluarga menjadi sumber utama dukungan emosional dan mental,” jelasnya.
Wisudawan ini menambahkan, faktor utama yang membawanya menjadi lulusan terbaik adalah usaha yang konsisten dan selalu berdoa. “Kemampuan mengatur waktu juga menjadi kunci penting dalam menghadapi setiap proses selama perkuliahan,” tambahnya.
Ia mengatakan, tantangan terbesar berasal dari diri sendiri seperti rasa takut gagal, takut mencoba, dan rasa malas. “Tetapi semua itu harus dilawan dengan mengingat tujuan awal,” katanya.
Ia mengungkapkan, sosok yang paling berpengaruh dalam perjalanan studinya adalah sang ibu. “Ibu menjadi tempat berbagi cerita, pemberi nasihat, serta sumber motivasi terbesar selain keluarga adalah sahabat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan dukungan finansial dari keluarga juga sangat besar dalam menunjang keberhasilannya. “Meskipun anak tunggal, saya tidak pernah merasa sendiri karena kehangatan keluarga besar yang penuh kasih sayang,” jelasnya.
Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi intrakampus seperti HMP BKI dan SEMA FDIK sebagai sekretaris komisi III. “Organisasi membantu belajar manajemen waktu, menyusun skala prioritas, dan membentuk kedisiplinan diri,” ujarnya.
Kendati demikian, dirinya selalu mengutamakan akademik tanpa meninggalkan tanggung jawab organisasi. “Selesaikan tugas terlebih dahulu, tidur pukul 22.00 WIB, dan bangun pukul 04.00 WIB untuk menjaga keseimbangan aktivitas,” paparnya.
Ia menuturkan, strategi utamanya dalam menjalani perkuliahan adalah ikhlas dan fokus dalam setiap pekerjaan. “Keikhlasan memberikan ketenangan batin serta menjaga kesehatan mental selama menjalani proses akademik,” tuturnya.
Menurutnya, gelar yang diraih bukan hanya untuk dirinya sendiri. “Pencapaian ini saya persembahkan untuk ibu, keluarga, dan sahabat yang selalu mendukung saya,” katanya.
Terakhir, ia berharap ilmu yang didapatka bisa bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat luas. ” Dan juga bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” pungkasnya. (Fau)
Wartawan: Siti Nur Aisyah (Mg)
Perjuangan Ridha Mutiara Hariyani Raih Lulusan Terbaik di Tengah Duka dan Tantangan