Suarakampus.com- Nopalion ditetapkan sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Imam Bonjol Padang lewat sidang pleno terbuka Kamis (31/03). Kemudian pasca ditetapkan, Nopalion menuturkan bakal menyusun berbagai program kerja setelah dilakukan upgrading, seperti membangun kerja sama antar sesama Organisasi Mahasiswa (Ormawa).
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), Nopalion menginginkan sebuah program kerja yang menggerakkan seluruh elemen Civitas Academica UIN IB. “Mulai dari UKM, UKK, dan lainnya harus bergerak. Terutama mahasiswa mesti berpartisipasi sesuai bakat minatnya masing-masing,” tuturnya kepada suarakampus.com, Rabu (30/03).
Kata dia, adapun kolaborasi yang ingin ia capai ialah membangun kerja sama dengan Dewan Mahasiswa Fakultas (Dema-F), Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP). Pasalnya, dirinya melihat berbagai gejolak yang mesti pihaknya jemput untuk diperbaiki.
“Kita akan berkomunikasi dengan seluruh Ormawa ini, dan berusaha supaya keinginan mereka dapat direalisasikan bersama-sama,” ucapnya.
Sehingga, menurutnya fokus utama dalam kepengurusannya ialah memperbaiki kolaborasi antar semua elemen mahasiswa itu sendiri. Kendati demikian, katanya, hal tersebut tidak mudah untuk digapai dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Nopalion menjelaskan, kendala yang dihadapi Dema sekarang adalah pergolakan yang terjadi, karena ada beberapa pihak yang tidak menyetujui regulasi pemilihan Presma, Kamis (31/03). “Kita akan berkomunikasi dengan mereka terlebih dahulu,” tuturnya.
Sambungnya, hal yang perlu dibenahi Dema UIN IB adalah bagaimana membangun kesadaran pentingnya berorganisasi dan merendam ego masing-masing.
Sementara itu, Wakil Sema UIN IB, Mardian Susanto melihat sosok Nopalion dari jabatan sebelumnya sebagai Ketua HMP Manajemen Dakwah (MD) tidak memiliki catatan hitam, dan mendapatkan kepercayaan selama mengurus. “Persyaratan untuk menjadi formatur terpenuhi, serta kepercayaan teman-teman di fakultas cukup tinggi,” terangnya.
Mardian melihat, Nopalion mempunyai komitmen dan potensi untuk bergerak cepat dalam mengurus. “Perlu reformasi untuk kepengurusan selanjutnya,” lugasnya.
Ia sendiri tidak menaruh harapan yang terlalu banyak dalam kepengurusan Nopalion ke depannya, melihat kepengurusan Dema UIN IB pernah vakum. “Kita harus mempercayakan hal ini kepada formatur terpilih, dan mendukungnya karena dia dipilih sesuai mekanisme yang ada,” ucapnya. (red)
Wartawan: Indah Yulfia (Mg)