Project Multatuli Adakan Workshop, Singgung Ketimpangan Struktural di Dunia Jurnalisme

Ilustrasi hasil produk jurnalistik (sumber: pixabay)

Suarakampus.com- Jurnalis Tirto.id Aulia Adam mengatakan Indonesia adalah negara penganut paham kebebasan pers dengan memberlakukan kode etik. Menurutnya, dunia jurnalisme di berbagai negara dunia masih didominasi oleh laki-laki cisgender heteroseksual, patriarkis dan bias gender.

“Saat ini, isi gender sudah menjadi populer, tapi kurang pelatihan meliput dan mengolahnya dengan baik,” ucapnya dalam Workshop kolaborasi Project Multatuli dengan Pers Mahasiswa se Indonesia secara virtual, Minggu (26/09).

Lanjutnya, ketimpangan berbasis gender di ruang kerja atau kehidupan sehari-hari berawal dari pola pikir yang tumbuh karena lingkungan patriarkis. “Secara sadar atau tidak, kita lahir dari keluarga yang menganut paham patriarkis,” katanya.

Adam menuturkan, ketimpangan berlanjut di dunia kerja, sehingga lahirlah pemberitaan dari jurnalis dengan kata-kata bias gender. Katanya, kejadian itu bukan pertama kalinya terjadi dan masih terus berlanjut, meski banyak jurnalis lain menyoroti tindakan tersebut.

“Kita tidak bisa menyalahkan individu saja, tetapi sistem yang perlu diperbaiki dengan mengadakan pelatihan mengolah isu gender dengan baik,” jelasnya.

Ia menyebutkan, ketimpangan tersebut bisa dikurangi dengan menuntut peran dan tanggung jawab media untuk menjalankan tugas jurnalistiknya sesuai kode etik. Selain itu, dengan melindungi jurnalis dengan menyediakan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kasus kekerasan seksual.

“Cara mengurangi ketimpangan bisa dengan membuat kebijakan afirmatif terkait jumlah representasi gender yang setara di ruang redaksi, serta menciptakan ruang redaksi inklusif yang tidak diskriminatif dan seksis,” tutupnya. (gfr)

Wartawan: Ulfa Desnawati

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pentingnya Mencari Jati Diri Saat Berkuliah

Next Post

Rektor UIN IB Lantik Kaprodi, KUPT, Wako Kopertais Secara Serentak

Related Posts
Total
0
Share