Puncak Mimpi Perkuliahan Anggun Lulusan Terbaik TBI

Sumber : Live Streaming Wisuda Angkatan Ke -96 UIN IB.

Suarakampus.com – Berasal dari lingkungan yang masih memandang pendidikan tinggi sebagai sesuatu yang tidak biasa, Anggun Fatimah Zahra membuktikan mimpinya dengan meraih predikat Lulusan Terbaik Program Studi Tadris Bahasa Inggris pada Wisuda ke-96 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Ia menyelesaikan studi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87 dan menerima penghargaan pada prosesi wisuda, Rabu (29/7).

Anggun mengaku sangat senang sekaligus terkejut saat mengetahui dirinya dinobatkan sebagai lulusan terbaik. Ia semula mengira penghargaan tersebut hanya diberikan di tingkat fakultas sehingga tidak pernah membayangkan namanya diumumkan sebagai lulusan terbaik program studi.

Baginya, duduk bersama para lulusan terbaik di barisan depan saat wisuda menjadi momen yang terasa seperti mimpi. Predikat tersebut dipandang sebagai apresiasi atas seluruh proses yang dijalaninya sejak awal kuliah hingga menyelesaikan tugas akhir.

Menurut Anggun, keberhasilan itu tidak lepas dari dukungan orang tua dan dosen yang terus membimbing selama masa studi. Karena itu, penghargaan tersebut ia persembahkan sebagai bentuk terima kasih kepada mereka.

Mimpi Anggun

Anggun merupakan anak perempuan pertama di keluarganya dan berasal dari daerah yang masih cukup awam dengan pendidikan tinggi. Di lingkungan tempat tinggalnya, mahasiswa masih menjadi sosok yang jarang ditemui.

Keinginannya untuk kuliah mulai tumbuh sejak melihat semangat seorang teman ketika masih duduk di bangku SMP. Sejak saat itu, ia bertekad melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Menurutnya, kedua orang tua tidak pernah memberi tekanan selama menjalani perkuliahan. Mereka selalu mendukung setiap keputusan yang diambil selama berada di jalan yang baik sehingga ia dapat belajar dengan lebih tenang.

Ia juga menjadikan sebuah kutipan tentang keluarga sebagai pengingat untuk terus berjuang. Baginya, keluarga merupakan alasan terbesar untuk memberikan usaha terbaik dalam setiap kesempatan.

Strategi Belajar

Dalam proses belajar, Anggun tidak memiliki strategi yang rumit. Ia lebih mudah memahami materi ketika belajar pada malam hari atau menjelang ujian.

Selain itu, ia selalu mencatat poin-poin penting yang disampaikan dosen dan menuliskan kembali materi sebelum ujian. Menurutnya, kebiasaan menulis membuat materi lebih mudah dipahami dan diingat.

Tantangan terbesar yang dihadapinya berasal dari latar belakang pendidikan. Tidak memiliki dasar pendidikan keagamaan membuatnya harus bekerja lebih keras mempelajari mata kuliah seperti Bahasa Arab, tafsir, dan hadis pada semester awal.

Kesulitan tersebut ia atasi dengan banyak bertanya kepada dosen dan berdiskusi bersama teman-teman hingga mampu menyesuaikan diri dengan proses perkuliahan.

Selain itu, keterbatasan ekonomi membuatnya lebih selektif mengikuti kegiatan kampus. Tidak memiliki kendaraan pribadi dan tingginya biaya transportasi menuju Kampus III menjadi pertimbangan dalam memilih aktivitas di luar perkuliahan.

Temuan Organisasi

Selama kuliah, Anggun aktif mengikuti Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP), berbagai kepanitiaan, serta perlombaan. Menurutnya, organisasi menjadi ruang belajar yang mengajarkan banyak hal di luar akademik, mulai dari memahami karakter orang lain hingga melatih keberanian menyampaikan pendapat.

Pengalaman tersebut turut meningkatkan rasa percaya dirinya saat melakukan presentasi maupun berdiskusi di dalam kelas.

Di bidang prestasi, Anggun pernah meraih Juara III English Debate pada kegiatan PKMU sekaligus menjadi peserta terbaik dari Program Studi Tadris Bahasa Inggris. Ia juga memperoleh nilai tertinggi seangkatan pada dua mata kuliah inti bidang Bahasa Inggris yang diumumkan langsung oleh dosen pengampu.

Sementara itu, pengalaman paling berkesan baginya adalah saat menjalani Program Pengalaman Lapangan (PPL). Kesempatan mengajar secara langsung semakin menguatkan keyakinannya untuk menekuni dunia pendidikan.

Ingin Mandiri Setelah Lulus

Dalam membagi waktu, Anggun lebih sering menyelesaikan tugas atau belajar mendekati batas pengumpulan maupun sebelum ujian. Menurutnya, cara tersebut membuat materi lebih mudah diingat sekaligus memberikan waktu luang untuk aktivitas lain.

Ia menyebut dua dosennya sebagai sosok yang paling memotivasi selama kuliah. Dari keduanya, Anggun belajar bahwa keberhasilan hanya dapat diraih melalui usaha yang sungguh-sungguh.

Setelah menyelesaikan studi, Anggun berencana bekerja terlebih dahulu, baik di dunia kerja maupun melalui program pengabdian masyarakat. Ia juga berharap suatu saat dapat melanjutkan pendidikan ke luar negeri apabila memperoleh kesempatan.

Baginya, tujuan utama setelah lulus adalah menjadi pribadi yang mandiri dan tidak lagi bergantung kepada orang tua.

“Kalau untuk waktu dekat mungkin aku akan kerja dulu. Yang penting setelah lulus kuliah aku ingin bisa lepas dari tanggungan orang tuaku,” tutupnya. (Fau)

Wartawan : Randhi Vahrozi Hutabarat (Mg).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Persembahan Zikra Untuk Ibu dan Kakak

Next Post

Jundi Sarjana SAA Tembus Barisan Lulusan Terbaik

Related Posts