Ratusan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah dalam Aksi di DPRD Sumbar

Mas aksi demontrasi di depan Kantor DPRD Sumbar. Sumber: Zahra Mustika.

Suarakampus.com– Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai menyulitkan masyarakat, Senin (15/06).

Menteri Kebijakan Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Andalas, Donal Syafriadi mengungkapkan bentuk perlawanannya terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. “Program pemerintah saat ini sangat bermasalah, mulai dari isu ekonomi, revisi Undang-Undang Polri, hingga program mercusuar yang menguras APBN,” ungkapnya.

Donal menegaskan, kondisi ekonomi nasional saat ini menunjukkan berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. “Kita terus diberi berbagai janji, tetapi kenyataannya nilai tukar rupiah terus melemah hingga menyentuh angka Rp18 ribu,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sejumlah program pemerintah yang dinilai lebih diprioritaskan dibanding sektor pendidikan. “Pembangunan program Makan Bergizi Gratis lebih diperhatikan, sementara pendidikan belum menjadi perhatian utama,” tambahnya.

Selain itu, Gubernur BEM KM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, Ikhbar menjelaskan, pemerintah kerap mengeluarkan narasi yang dinilai terlalu sederhana dalam melihat persoalan ekonomi nasional. “Presiden pernah mengatakan masyarakat desa tidak menggunakan dolar, padahal persoalannya tidak sesederhana itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap impor untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam negeri. “Banyak sumber daya yang belum bisa kita kelola sendiri, sementara kebutuhan dalam negeri masih bergantung pada impor,” tambahnya.

Menurutnya, pemerintah lebih fokus mengalokasikan anggaran pada sejumlah program prioritas yang belum tentu menjawab kebutuhan masyarakat. “Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis yang terus didorong di berbagai daerah,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, kenaikan harga bahan bakar dinilai akan berdampak pada meningkatnya tekanan terhadap masyarakat pengguna BBM bersubsidi. “Ketika Pertamax dan Dexlite naik, tekanan terhadap Pertalite dan Solar tentu akan semakin besar,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri BEM KM Universitas Adzkia, Satria Perdana mengungkapkan keprihatinannya terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih dialami masyarakat. “Melihat kondisi saat ini, Indonesia sedang tidak baik-baik saja,” ungkapnya.

Satria menegaskan, pemerintah seharusnya lebih mengutamakan kepentingan rakyat dibanding kepentingan kelompok tertentu. “Apakah kepentingan asing yang akan dibela atau kepentingan bangsa ini? Kitalah yang harus meneruskan perjuangan ini,” tegasnya.

Satria berharap berbagai persoalan yang disuarakan mahasiswa tidak terus dibiarkan tanpa penyelesaian. “Kita harus meluruskan arah kebijakan agar tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak bermanfaat bagi rakyat,” pungkasnya. (Fau)

Wartawan: Nur hanifah (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Cak Imin Dorong Kampus Jadi Rujukan Persoalan Bangsa

Next Post

BEM SB Gelar Aksi di DPRD Sumbar, Soroti Minimnya Kehadiran Anggota Dewan

Related Posts