Rehat

Oleh: Nada Asa Fhamilya Febria Andre

Dari pagi hingga petang kembali bersua
Aku masih di koordinat yang sama
Masih terfokus pada garis pemikiran yang terkuras
Tak mampu mangkir dari layar gawai yang seolah-olah di bui
Wajah tampak lelah namun batin menolak untuk pasrah
Tumpukan perintah datang tak henti menghunjam luang
Sisa waktu dihitung oleh masa
Masa tak tampak namun diam-diam berlalu
Gerakan selalu terpotret pada diorama
Diam berdiri namun berarti
Terkadang punggung perlu bersandar
Pikiran butuh istirahat sejenak
Mata perlu tertutup dari paksaan perintah yang harus
Terkadang ingin memilih mangkir namun teringat akan takdir
Sudahlah, lelah dibayar rehat
Rehat pada sekilat waktu yang enggan berdamai

Padang, 10 April 2021.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Aku Kaca yang Retak

Next Post

Beling Rindu

Related Posts

Di Ujung Senja

Oleh: Asih Di ujung senjaMentari mulai menampakkan keindahannyaLangit mulai menawarkan ketulusannyaDi ujung senjaDi sini ada yang mengukir akan…
Selengkapnya

Sajak Rindu

Oleh: Nada Andini Di pagi yang cerah ini ku sisipkan doa dan rasa rindukuGelebahku akan sesosok cahaya, cahaya…
Selengkapnya
Total
0
Share