Sapi Perah Akademik, Mahasiswa Bekerja Dosen Mendulang Nama

Ilustrasi (tsamaratur Rahmi/suarakampus.com)

oleh Bimma Al Hafizh ( Mahasiswi Manajemen Pendidikan Islam UIN Imam Bonjol Padang)

Dalam dunia perkuliahan, membuat jurnal adalah hal yang wajar terjadi. Jurnal bisa menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk
meningkatkan kualitas penulisan dan kemampuan akademik serta analisis
mereka.


Namun, dibalik itu, ada satu fenomena yang seperti nya terus terjadi di
perguruan tinggi, khususnya kampus UIN Imam Bonjol Padang, mahasiswa dituntut untuk membuat jurnal dengan tenggat waktu tertentu. Namun banyak dosen, meminta agar namanya dicantumkan sebagai penulis utama dari jurnal tersebut.


Sebagaimana yang penulis lansir dari Tempo, mahasiswa UNAS (Universitas Nasional) Jakarta, yang mana mahasiswanya dipaksa untuk membuat artikel ataupun jurnal, dengan gantinya dibebaskan dari tugas, UTS dan UAS.

Dari sini, sudah dapat terlihat betapa meruginya kita dan beruntungnya mereka. Mengapa kita merugi? Karena mahasiswa yang datang dari
berbagai pelosok negeri, bukan hanya untuk membuat jurnal atau artikel saja, namun untuk mendapatkan ilmu melalui mata kuliah yang sesuai dengan program studi yang diambil. UTS dan UAS bertujuan untuk menguji tingkat
pemahaman terhadap mata kuliah tertentu.


Bagaimana bisa, mereka tidak menulis, mereka tidak ada kontribusi apapun, hanya mereview,
tapi mereka meminta agar namanya yang besar itu sebagai pejabat kampus, dicantumkan
sebagai first author dari jurnal yang kita buat?!


Menurut ICMJE ( International Committee Medical Journal Editor), hal itu bertentangan
dengan kode etik dalam pembuatan dan publikasi jurnal. Dimana, first author harus memiliki beberapa kontribusi yang wajib ia jalani dan lakukan, diantaranya adalah berkontribusi dalam ide konsep atau desain, pengumpulan data, dan masih
banyak lagi kontribusi yang wajib dilakukan untuk mendapatkan first author.


Munculah pertanyaan dalam pikiran saya, memang nya apasih keuntungan yang didapat oleh para dosen dosen nakal itu?

  1. Sebagai nilai kredit dalam kenaikan jabatan fungsional. Semakin banyak publikasi dengan namanya tercantum sebagai first author, semakin memungkinkan ia naik jabatan.
  2. Sebagai Personal Branding, semakin banyak nama dia muncul dalam platform
    pencarian jurnal.

Ini adalah bentuk eksploitasi tenaga mahasiswa, serta pembodohan terhadap
mahasiswa. Maka kembalilah bertanya kepada diri kita, sampai kapan kita akan dibuat seperti ini, dijadikan sapi perah, kita yang bekerja, namun kita yang dirugikan.

Mereka tidak mengerjakan apapun, hanya mereview jurnal buatan kita, tapi mendapatkan lebih banyak keuntungan daripada kita. Mereka, dibayar untuk mencerdaskan kita, bukan untuk memanfaatkan kita.

mardeka!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Mahasiswa KKN dan ASN Banjarasri Gelar Upacara Hari Koperasi ke-78

Next Post

Apa yang Membuat Tindakan Kekerasan Seksual di dalam Kampus Terus Terjadi? 

Related Posts