Suarakampus.com– Idulfitri tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum yang memulihkan relasi sosial masyarakat yang sebelumnya renggang. Meningkatnya silaturahmi dan keterlibatan warga menunjukkan fungsi signifikan sosial lebaran dalam masyarakat, Jumat (20/03).
Warga Kambang, Rina mengungkapkan perayaan lebaran tahun ini menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat yang cukup signifikan. “Hal ini terlihat dari semakin ramainya warga yang terlibat,” mengungkapkan.
Rina megujarkan, kepulangan para perantau menjadi faktor penting. “Mereka meramaikan dan menghidupkan kembali interaksi sosial di lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat hubungan antarwarga terasa lebih dekat. “Suasana seperti ini membuat kebersamaan lebih terasa,” tutupnya.
Warga lainnya, Andi menilai kebersamaan masyarakat tercermin dari keterlibatan persiapan jelang hari raya. “Warga saling bahu membahu,” paparnya.
Ia menuturkan, semangat gotong royong masih terjaga dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. “Persiapan dilakukan bersama-sama,” tuturnya.
Menurutnya, keterlibatan bersama tersebut memperkuat rasa memiliki dan solidaritas antarwarga. “Ini yang membuat hubungan tetap terjaga,” tuturnya.
Sementara itu, Arif mengungkapkan, lebaran menjadi momen yang hanya terjadi sekali dalam setahun. “Tentu harus disambut dengan meriah,” ujarnya.
Ia menilai Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga ruang penting untuk mempererat hubungan sosial antarwarga. “Silaturahmi jadi hal utama,” katanya.
Menurutnya, suasana lebaran menghadirkan semangat baru karena masyarakat kembali aktif berinteraksi dalam ruang sosial. “Semua jadi lebih hidup,” pungkasnya. (Fau)
Wartawan : Irfanov Zacky Aji (Mg), Siti Nur Aisyah (Mg)
Silaturahmi Pulihkan Relasi Warga