Suarakampus.com– Kerusakan jalan parah sejak 2019 di depan Kantor Bupati Nagari Parit Malintang, berdampak langsung terhadap aktivitas anak sekolah. Jalanan ini merupakan akses terdekat yang menghubungkan pelajar dengan sekolah, saat ini dinilai tidak layak untuk dilalui, Senin (19/01).
Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), Ferdi, mengungkapkan jalanan tersebut setiap hari tersebut dilalui siswa. “Sejak kondisinya memburuk, banyak yang berpindah haluan,” ungkapnya.
Ferdi melanjutkan, kondisi jalanan diperburuk sebab curah hujan tinggi. “Untuk menjaga keselamatan, saya harus mencari jalan alternatif ,” ujarnya kepada wartawan suarakampus.com.
Menurut Ferdi, jalan ini sudah tidak aman lagi karena terlalu banyak kerusakan. “Meski begitu, masih ada pengendara yang tetap melintasi jalanan tersebut,” katanya.
Ferdi menambahkan, saat hujan turun, jalanan menjadi licin dan becek. “Bagian jalan berlubang semakin melebar, dan hampir putus,” tambahnya getir.
Ferdi berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. “Karena ini akses terdekat menuju sekolah,” harapnya.
Rekan Ferdi, Farel memaparkan sudah jenuh melihat kondisi jalan yang tidak kunjung diperbaiki. “Tanggapan dari pemerintah seolah tidak pernah ada,” paparnya.
Dalam wawancara yang berlangsung, Farel mengungkapkan kondisi jalanan membuatnya sering terlambat ke sekolah. “Saya harus melaju sangat pelan dan ekstra hati-hati,” ungkapnya tegas.
Siswi lainnya, Nabila, mengungkapkan pernah terjatuh saat melewati tanjakan sekitar jalan. “Kondisi jalan tidak rata, tanahnya licin, sehingga ban motor slip,” ungkapnya.
Ia menutup wawancara dengan menyebutkan tidak ada tindakan nyata dari pemerintah. “Semoga jalanan segera diperbaiki,” pungkasnya. (Rar)
Wartawan : Lina Indriani (Mg)