Suarakampus.com– Sejumlah mahasiswa Fakutas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang soroti pelaksanaan ujian komprehensif (kompre) yang dilakukan secara offline. Kebijakan ini menuai berbagai tanggapan dari mahasiswa sebab tidak sejalan dengan surat edaran kampus pada akhir tahun lalu. Minggu (18/01)
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah, Hamni Marshanda, menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan ujian diperolehnya dalam dua bulan terakhir. “Sejak akhir bulan Desember sampai pertengahan Januari,” ujarnya.
Hamni mengungkapkan, informasi terkait pendaftaran kompre disampaikan oleh Sekretaris Program Studi Perbankan Syariah. “Kami mengakses informasi di grup angkatan bersamaan dengan surat resmi prodi,” ungkap Hamni.
Mahasiswa FEBI ini melanjutkan, setelah informasi diterima terjadi beberapa perubahan. “Perubahan terjadi selama proses pendaftaran kompre berlangsung,” tuturnya kepada wartawan suarakampus.com.
Dalam wawancara, Hamni memaparkan kebijakan pelaksanaan kompre bergantung pada dosen pembimbing. “Ada yang memilih offline maupun online,” papar mahasiswa yang akrab disapa Hamni.
Menurut Hamni, umumnya regulasi ini diterima oleh peserta kompre. “Hanya perlu konfirmasi ke dosen DPL masing-masing,” ujarnya.
Hamni menambahkan, hingga saat ini belum ada keluhan dari mahasiswa. “Belum ada mahasiswa yang secara langsung menyatakan keberatan kepada pihak fakultas,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia menyampaikan, sebagian mahasiswa terkendala saat pendaftaran kompre. “Pendaftaran akhirnya diperpanjang hingga pertengahan Januari,” tutupnya.
Sementara itu, Aulia menyampaikan, informasi mengenai jadwal kompre terbaru diterima pada bulan Januari. “Informasi saya peroleh dari salah satu dosen,” ujarnya.
Menurut Aulia, pihak fakultas tidak memberikan penjelasan terkait alasan pelaksanaan kompre secara offline. “Padahal kondisi lereng gedung FEBI cukup parah,” kata Aulia.
Berbeda dengan Hamni, Aulia menuturkan, mahasiswa hanya bisa menerima keputusan tersebut. “Kami hanya bisa mengiyakan keputusan dosen,” ujarnya dalam wawancara.
Menutup jawabannya, ia berharap ujian kompre bisa dialihkan secara online seperti fakultas lainnya. “Hal ini perlu dipertimbangkan, demi keamanan dan kenyamanan mahasiswa,” pungkasnya. (Rar)
Setelah menghubungi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), hingga berita ini diterbitkan tim suarakampus.com belum mendapatkan tanggapan.
Catatan Redaksi:
Berita ini pertama kali terbit pada Minggu (17/01) pukul 21.02 WIB dan telah direvisi pada pukul 09.52 WIB. Perbaikan dilakukan oleh redaktur dengan menambahkan data tertentu. Terima kasih.
Wartawan : Putri Wahyuni (Mg)