Sudahkah Kita Islam yang Kaffah?

Potret rilis teatrikal (Sumber: Akun instagram @nazhiifahsbooks)

Judul Buku: Beyond The Inspiration
Gendre: Religi dan Motivasi

Penulis: Felix Y. Siauw
Penerbit: AlFatih Press
Tahun Terbit: 12 November 2020, Jakarta Barat
Jumlah Halaman: 267 halaman
ISBN: 9786021799710
Resensiator: Lativa Husna (Mahasiswi Prodi Bahasa dan Sastra Arab, UIN Imam Bonjol Padang)

“Saya bertanya-tanya, kepada satu sisi ada umat yang mulia dengan Islam, sementara umat yang lain dalam Islam yang sama, justru terpuruk? Kenapa Islam pada suatu masa dapat memberikan harapan bagi seluruh umat manusia, namun pada masa yang lain, Islam dipandang rendah oleh umat manusia. Padahal semua tidak ada yang berubah.”

Umat muslim dahulunya dapat menguguli negara-negara adidaya, namun sekarang kaum muslim betul-betul telah tercabut dari akarnya sehingga merasa minder dengan agama sendiri. Umat muslim dahulu adalah umat yang terbelakang pada zamannya yang tiba-tiba muncul dan menjadi pemenang diantara 2 imperium besar di dunia. Mulai mengembangkan ilmu pengetahuan, sains, pemerintahan hingga pendidikan dengan sangat pesat. Kemajuan ini telah dimulai dari masa Rasulullah. Namun, kenapa sekarang menjadi terbalik? Kenapa umat muslim yang terkenal akan kemenangannya dan kehebatannya sekarang terkesan berada dalam posisi keterpurukan? Apakah yang sebenarnya terjadi pada umat muslim?

Buku ini membantu mejawab masalah yang terjadi pada perkembangan Islam sekarang. Buku yang ditulis oleh Felix Y. Siauw menjelaskan secara terperinci dan tersusun sehingga mampu menggugahkan semangat umat muslim untuk kembali pada masa keemasannya. Buku Beyond The Inpiration ini terdiri dari tujuh bab. Bab pertama Life Is Choice, bab kedua tentang Get The Guidance Easier, bab ketiga tentang The Way To Belief, bab keempat tentang The True Shahadah, bab kelima tentang As Allah Assign, bab keenam tentang Beyond The Inspiration, dan bab yang terakhir tentang Living The Afterlife.

Bab pertama, Life Is choice. Buku ini dibuka dengan cerita temannya, yang pada masa lalunya menjadi siswa teladan, sehingga pada masa depannya memperoleh hasil yang berbeda dengan temannya yang dulu seorang pemalas. Ikhtiar menjadi pembeda antara mereka. Seseorang yang memiliki tujuan hidup tentu akan melakukan usaha untuk mencapai apa yang ia tuju. Begitu juga kita sebagai muslim, kita juga punya pilihan antara memilih surga dan neraka. Jika memilih surga tentu harus ada ikhtiar yang harus kita lakukan dan banyak resiko yang akan kita dapatkan, karena “With great choice comes great investment, consequences and risk.”

Bab kedua, Get The Guidance Easier. Apakah hidayah itu takdir atau sebuah pilihan? Banyak dari kita salah mengartikan hidayah sehingga mereka menjadikan “belum dapat hidayah” sebagai alasan untuk melanggar perintah Allah, seperti tidak shalat karena belum dapat hidayah. Pada bab ini, Ustadz Felix Siauw memberikan 3 makna tentang hidayah. Pertama Hidayah Al-Khalqi, hidayah ini bersamaan dengan penciptaan manusia yaitu akal. Artinya dengan akal manusia berhak memilih mana yang baik dan buruk untuknya. Kedua, Hidayah Al-Irsyad Wa Al-Bayan,  merupakan hidayah yang Allah turunkan dengan Alquran dan Rasulullah, sebagai pedoman bagi kehidupan. Ketiga, Hidayah At-Taufiq, hidayah yang Allah berikan kepada hambanya yang taat padanya. Nah, makna ini yang sering disalah artikan oleh masyarat luas.

Bab ketiga, The Way To Belief. Pada bab ini membahas tentang aqidah. Kebanyakan muslim berislaman karena keturunan akhirnya mereka terjebak dalam ritualitas Islam sehingga menganggap agama itu pelengkap. Pada bab ini, menjelaskan 3 pertanyaan besar yang berkesinambungan, dari mana manusia berasal? Untuk apa manusia hidup? Akan kemana setelah mati? Disini ustadz Felix Siauw menjelaskan bukti-bukti dari teori serta penemuan-penemuan ilmiah, mulai dari asalnya manusia sampai penciptaan alam semesta yang akhirnya teori itu menyesatkan. Selain itu, banyak teori yang beliau jelaskan yang pada akhirnya berkesimpulan bahwa “God does exist, or should I say: God Must Exist.” Bila saja kita mengarahkan akal pada seluruh tanda-tanda yang ada disekeliling kita, maka kita akan mendapatkan bahwa “Sang Pencipta Mutlak Adanya.” Pada bab ini juga, ustadz Felix juga mengingatkan kita tentang tugas kita sebagai khalifah di bumi (Al-Baqarah: 30), dan kita juga harus masuk pada Islam yang sesungguhnya (Al-Baqarah: 208).

Bab keempat, The True Shahadah. Sering kita mengucapkan syahadah, tapi apakah kita yakin bahwa yang kita baca itu benar? Banyak dari kaum muslim yang mengaku bahwa Allah tuhannya, namun sayangnya banyak dari mereka menghalalkan hal yang haram atau mengharamkan yang halal, seperti yang dilakukan kaum jahiliyah. Banyaknya kaum muslim sekarang yang mengizinkan maksiat namun mereka mengharamkan poligami tanpa tau maksud dan syarat-syarat dari poligami tersebut. Jadi, dapat dikatakan bahwa kaum muslim sekarang sama saja dengan kaum Arab jahiliyah dulu sehingga shahadah hanya sebuah kalimat yang rutinitas diucapkan tanpa makna, dan sebuah kebiasaan yang hilang kebenarannya. Pada bab ini membahas bagaimana kita menjadi muslim yang sebenarnya mengamalkan syahadah dengan semestinya. Buku ini juga memandu kita untuk bagaimana caranya menjalani dan memaknai semua detik-detik nafas kehidupan dengan akal, menyimpannya di dalam hati yang kemudian akan terpancar dalam segala amal perbuatan kita. Sampai ada istilah 1-0 yaitu, 1 adalah Allah dan 0 adalah manusia. Hal ini menjadi perumpamaan yang begitu pas, ketika menyadari bahwa Allah lah yang maha segalanya, sedangkan manusia tidak ada apa-apanya.

Bab kelima, As Allah Assign. Manusia memiliki naluri memenuhi dan memuaskan atau “need and want.” Dalam memenuhi nalurinya, manusia kerap melakukan apapun yang ia mau tanpa mempertimbangkan Good or Bad, Right or Wrong. Hingga terciptalah aturan manusia yang mana aturan itu terbatas. Aturan itu akhirnya menciptakan kehancuran kehidupan seperti sistem ekonomi kapitalisme yang memperkaya yang kaya dan mempermiskin yang miskin. Kemudian, kehancuran alam juga salah satu akibat dari aturan manusia. Mereka melakukan semena-mena untuk memenuhi “need and want.” Pada bab ini, ustadz Felix mengajak kita untuk kembali pada aturan “Sang Pencipta.” Allah menjadikan manusia khalifah (mengelola) bumi dengan baik. Allah menciptakan manusia dengan “need and want” tentu Allah telah menyediakan solusinya. Solusi ini dituntut dari aqidah seorang muslim. Jika ia beriman kepada Allah tentu ia akan menetapkan aturan sang pencipta ini dalam mengambil solusi dalam hidupnya.

Bab keenam, Beyond The Inspiration. Pada bab ini ustadz Felix banyak menulis perihal inspirasi dan motivasi. Beberapa disinggung diantaranya adalah kisah Muhammad Al-Fatih yang berhasil menaklukkan konstantinopel, juga inspirasi dari sahabat Sa’ad bin Abi Waqash RA. Beliau juga mengingatkan kita untuk percaya pada janji Allah dari pada mempertimbangkan dan mempercayai di depan mata. Jangan menyerah pada fakta yang ada dihadapan kita, kita harus berusaha untuk mengubahnya.

Bab ketujuh, Living The Afterlife. Bab ini membahas dan mempertegaskan bahwa hidup ini sementara. Kebanyakan manusia tertipu dan merasa bahwa mereka akan hidup selama-lamanya di dunia ini seolah hidupnya tidak akan pernah berakhir. Padahal kita ini hanyalah seorang perantau yang menjalani kehidupan yang fana. “Hidup sangatlah singkat dan hanya sesaat. Apakah kita memilih senang sesaat? Ataukah bersabar sesaat?” Beliau juga membuat perhitungan matematika sederhana untuk menghitung seberapa lama kita hidup di dunia dan membandingkannya dengan waktu hidup di akhirat nanti. Setelah dihitung ternyata sangat sebentar saja, hanya 2 menit 1 detik saja.

Itulah beberapa pokok-pokok yang dibahas dalam buku Beyond The Inspiration ini. Ada beberapa kelebihan yang dimiliki buku ini. Bahasa yang digunakan pada buku ini sangat sederhana, namun sangat membakar semangat. Saya sendiri saat membaca buku ini, dapat merasakan semangat motivasi dari ustadz Felix untuk menyadarkan kita tentang semangat juang Islam dan membimbing kita lewat tulisan pada buku ini. Selain itu, buku ini sangat tersusun dengan sistematis. Antara bab pertama sampai terakhir memiliki makna yang saling berkaitan serta memiliki argumentasi yang tegas dan bukti secara ilmiah yang diterima oleh akal. Sehingga buku ini enak dibaca dan mudah dipahami.

Buku ini juga mengajak kita untuk merenungi keadaan Islam pada zaman sekarang. Ustadz Felix juga memberikan beberapa pertanyaan yang membuat kita merenungi diri apakah kita telah menjadi muslim yang sebenarnya. Sehingga membangkitkan semangat kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Buku ini cocok untuk umat muslim terutama kaum remaja yang sedang mencari jati dirinya. Untuk dijadikan acuan bahwa kita bukan muslim keturunan namun kita adalah muslim yang kaffah.

Buku ini memiliki warna cover yang menarik dan mencolok sehingga menarik perhatian para pembeli. Dan gambar pada tiap halaman menjadikan para pembaca tidak merasa bosan dan jenuh saat membacanya. Kekurangan pada buku ini adalah buku ini hanya konsumsi kaum muslim karena membahas tentang semangat juang Islam, jadi tidak disarankan untuk umum. Penggunaan bahasa inggris yang lumayan banyak tanpa disertai maknanya, membuat sebagian orang yang tak paham bahasa inggris menjadi sedikit sulit. Walaupun ada sedikit kekurangan, namun buku ini sangat direkomendasikan untuk para remaja yang sedang mencari tujuan hidup yang hakiki dan bagi orang yang awam akan Islam, karena buku ini telah tersusun dan terancang begitu rapi sehingga mudah dipahami.

Padang, 28 Desember 2022

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Memori Si Kecil

Next Post

Dialog Masa Depan

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty