Kopi Iebe Raup 30 Cup Sehari, UIN IB Terapkan Sistem Bagi Hasil

Kopi Iebe di depan Perpustakaan UIN IB Padang. Sumber: Ergina.

Suarakampus.com– Kopi Iebe menjual sekitar 30 cup per hari dengan harga Rp10 ribu hingga Rp12 ribu melalui kerja sama Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang dengan pengusaha kopi lokal Sumatera Barat. Kerja sama tersebut menerapkan sistem bagi hasil antara UIN Imam Bonjol Padang dan pengusaha kopi lokal, Kamis (17/9).

Kepala Pusat Pengembangan Bisnis UIN Imam Bonjol Padang, Winbaktianur mengatakan, Kopi Iebe hadir untuk memenuhi kebutuhan warga kampus, terutama mahasiswa dan dosen yang ingin menikmati kopi tanpa harus keluar kampus. “Mahasiswa pecinta kopi harus keluar kampus, sehingga muncul ide supaya mahasiswa ataupun dosen tidak harus keluar jauh-jauh mencari kopi,” katanya.

Win menjelaskan, kerja sama tersebut dilakukan setelah pihak pengusaha kopi lokal menawarkan untuk membuka usaha di lingkungan kampus. “Setelah kami diskusi dengan tim di unit bisnis, kita terima tawaran itu, barulah hadir ide Kopi Iebe dengan ada logo UIN-nya,” jelasnya.

Win menyebut, sistem kerja sama menggunakan pembagian keuntungan yang telah dituangkan dalam perjanjian kerja sama. “Kita dapat Rp700 per cup, dan itu dituangkan dalam perjanjian kerja sama,” sebutnya.

Win mengungkapkan, pihak Pusat Pengembangan Bisnis dapat memantau penjualan Kopi Iebe setiap hari melalui laporan yang diberikan pihak pengusaha. “Setiap hari kami pihak bisnis dapat melihat berapa penjualannya setiap hari, karena mereka buka akses kita untuk lihat laporan,” ungkapnya.

Pedagang Kopi Iebe, Raynaldi menyebut, penjualan harian berada di kisaran 30 cup dengan harga menu Rp10 ribu hingga Rp12 ribu. “Penjualan kisaran 30 cup per hari,” sebutnya.

Raynaldi mengatakan, penjualan Kopi Iebe mengalami peningkatan setelah adanya kerja sama dengan UIN Imam Bonjol Padang. “Ada peningkatan penjualan setelah bekerja sama dengan UIN,” katanya.

Pedagang Kopi Iebe, Hermawan Seputra dan Nia Kurnia menjelaskan, lokasi stand telah ditentukan oleh pihak kampus sebagai bagian dari kerja sama. “Tempat stand memang ditentukan, dan kami bekerja dengan Kopi Gordon,” jelas mereka. (Fau)

Wartawan: Ergina Kholifah Aljanah (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Data Mahasiswa Menjadi Dasar Penetapan UKT di UIN IB

Next Post

UIN IB Padang Atur Pengelolaan Kopi Iebe melalui Kerja Sama

Related Posts