Suarakampus.com– Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menggelar wisuda ke-94 di Auditorium Kampus III Sungai Bangek untuk melepas ratusan wisudawan yang telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia akademik. Kegiatan dihadiri Ketua dan Anggota Senat Universitas, guru besar, pimpinan fakultas, tokoh masyarakat, serta keluarga wisudawan, Senin (27/10).
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan kepada seluruh wisudawan serta keluarga yang hadir dalam momen bersejarah tersebut. “Hari ini kita merayakan puncak dari perjalanan panjang yang diwarnai doa, pengorbanan, dan harapan orang tua,” katanya.
Martin menegaskan, gelar yang diraih bukanlah akhir dari proses belajar melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat dengan amanah besar. “Ada amanah besar yang dititipkan di pundak saudara-saudari semua,” jelasnya.
Rektor mengingatkan, pentingnya tiga pusaka utama yang diwariskan dari semangat Tuanku Imam Bonjol yakni ilmu, karakter, dan daya juang sebagai bekal mengabdi. “Tuanku Imam Bonjol bukan sekadar nama besar, tetapi inspirasi menjadi pemimpin berintegritas,” ujarnya.
Martin mengutip falsafah Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai pedoman para lulusan menjunjung nilai moral dan kearifan lokal di mana pun berada. “Rantau bukan hanya tempat bekerja, tetapi medan pengabdian yang luas dan penuh tantangan,” ucapnya.
Rektor mengingatkan, agar para lulusan tidak melupakan asal-usul sejalan dengan pepatah Setinggi-tinggi tabang bangau, inggok ka kubangan juo. “Jangan pernah lupakan almamater, keluarga, dan kampung halaman,” tuturnya.
Martin menambahkan, suasana haru dan bangga mewarnai setiap prosesi pelepasan wisudawan yang diiringi doa dari seluruh hadirin. “Suasana haru dan bangga mewarnai setiap prosesi pelepasan dengan diiringi doa,” ungkapnya.
Rektor menutup sambutan dengan pesan agar seluruh wisudawan menjaga nama baik almamater dan menjadikan ilmu sebagai cahaya kehidupan. “Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar,” pungkasnya. (ver)
Wartawan: Harvizaq Rafkhi