Ujian Komprehensif UIN IB, Dosen Penguji: Mahasiswa Bisa Remedial Jika Tidak Lulus

Suasana Mahasiswa Saat Mengikuti Ujian Komprehensif (Foto: Rizky/suarakampus.com)

Suarakampus.com– Mahasiswa yang tidak lulus ujian komprehensif UIN Imam Bonjol Padang dapat mengikuti remedial. Hal itu disampaikan langsung oleh dosen Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), Efrizal.

Berdasarkan informasi yang didapat oleh tim suarakampus.com, Ujian Komprehensif dilaksanakan pada tanggal 11, 12 hingga 13 kemudian dilanjutkan tanggal 16 dan 17 Januari 2023.

Selaku penguji Program Sudi (Prodi) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Efrizal mengatakan mahasiswa memiliki pemahaman yang bervariasi, terlebih ketika menjawab pertanyaan yang diberikan. “Mahasiswa itu cenderung paham terhadap materi akan tetapi jawabannya kadang kala kurang tepat,” katanya saat diwawancarai oleh tim suarakampus.com, Selasa (17/01).

“Dalam pelaksanaan ujian kompre tidak semua mahasiswa bakal diluluskan, meski begitu kami akan menyediakan ruang untuk remedial sampai mahasiswa tersebut lulus,” sambungnya.

Senada dengan Efrizal, penguji kompre Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Mulyanti mengungkapkan hal-hal yang diujikan bukan hanya terkait substansi melainkan terkait bagaimana mahasiswa itu memahami bagian dari mata kuliah tersebut secara komprehensif. “Sebagian mahasiswa terkadang hanya menjelaskan defenisinya saja, padahal jika dijelaskan bersamaan dengan praktik akan menjadi nilai plus tersendiri,” katanya.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa Prodi Akuntansi Syariah Yaya menuturkan, prodinya hanya mengujikan empat mata kuliah saat kompre. “Kami hanya diuji pada mata kuliah fiqh muamalah, management keuangan, audit dan akutansi menengah keuangan,” sebutnya.

“Soal yang diberikan sebenarnya tidak terlalu susah, tergantung bagaimana pemahaman kita merespon pertanyaan tersebut,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Irna, Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dirinya mengaku kesulitan saat menjawab soal kompre. “Ada kalanya saya tidak ingat, sebab yang diujikan materi dari semester satu,” paparnya.

“Ada juga sebagian penguji kompre yang mempertanyakan apa saja bentuk wisata di kampung halaman, yang bisa dibudayakan,” lanjutnya.

Ia berharap, apapun bentuk hasil yang bakal diperoleh nantinya, semoga tidak ada yang remedial. “Semoga nilainya bagus dan tidak ada yang remedial,” tutupnya. (ifw)

Wartawan: Januarica Amora Putri (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Tinta Biru

Next Post

Viral Kasus Dispensasi Pernikahan di Ponorogo, Begini Tanggapan Dosen Psikologi UIN IB

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty