Suarakampus.com– Sungai Bangek Festival (Seiba-Fest) UIN Imam Bonjol Padang yang melibatkan peserta dari berbagai negara mulanya tidak dirancang sebagai festival internasional. Penggagas Seiba-Fest, mengungkapkan transformasinya saat ditemui di Gedung Kuliah Bersama UIN Sungai Bangek, Selasa (07/07).
Welhendri Azwar menjelaskan, SIF dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan inovasi, kreativitas, bakat, dan minat. Namun, seiring terjalinnya kerja sama internasional UIN Imam Bonjol Padang dengan sejumlah perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara, muncul gagasan untuk memperluas cakupan kegiatan.
Welhendri mengaku, gagasannya sempat diragukan pimpinan kampus karena anggaran yang besar. Namun, ia menilai hal itu penting karena mahasiswa berhak memperoleh ruang untuk mengembangkan talenta nonakademik.
“Saya ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang,” ujarnya.
Welhendri mengatakan, SEIBA tidak hanya dirancang sebagai festival seni dan budaya, tetapi juga untuk mendukung internasionalisasi kampus serta peningkatan akreditasi program studi.
Untuk mewujudkan hal itu, pihak kampus melakukan pendekatan langsung ke berbagai perguruan tinggi di luar negeri, seperti
1. Universiti Malaya,
2. Mindanao State University di Filipina,
3. serta sejumlah kampus di Kamboja, Vietnam, dan Thailand
Welhendri mengakui penyelenggaraan perdana SEIBA masih memiliki berbagai kekurangan. Salah satunya, mahasiswa yang bertugas sebagai liaison officer (LO) belum memiliki pengalaman dalam menangani tamu internasional.
Kata dia, SEIBA biasanya digelar bertepatan dengan masa penyambutan mahasiswa baru agar menjadi pengalaman pertama yang berkesan.
“Tahun ini, justru digelar sebelum kedatangan mahasiswa baru,” tuturnya.
Ke depan, ia berharap SEIBA dapat memperkuat aspek akademik melalui keterlibatan seluruh delegasi internasional dalam perkuliahan bersama mahasiswa UIN IB.
“Harapan kami, profesor dan doktor pendamping delegasi dapat mengajar di kampus ini sesuai keilmuan dan mendukung rekognisi internasional kampus,” pungkasnya. (Fau)
Wartawan : Zahra Mustika
Welhendri Azwar Ungkap Awal Mula SEIBA Jadi Festival Internasional