Suarakampus.com- Mahasiswa Baru (Maba) UIN Imam Bonjol Padang mempertanyakan hasil tes Pemeriksaan Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pasalnya, setelah tiga bulan pemeriksaan oleh Klinik UIN IB, diduga belum ada pengumuman hasil tes secara menyeluruh.
Sebelumnya, klinik UIN IB melakukan pemeriksaan pada 15-17 Agustus 2022 dan diperpanjang sampai 20-21 Agustus 2022, dengan peserta dikenakan biaya Rp150.000.
Baca juga: https://suarakampus.com/pemeriksaan-napza-dan-hiv-diperpanjang-bakal-dilaksanakan-kembali-usai-pbak/
Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah, Thaqifah Nada mengeluhkan belum mendapatkan informasi tes pemeriksaan NAPZA dan HIV. “Kecewa dengan hasil tesnya, belum juga keluar,” katanya, Jumat (18/11).
Begitupun dengan Mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah, Ulfaturahmi merasa kecewa dengan tes NAPZA dan HIV dengan biaya yang telah diberikan, namun hasilnya belum keluar. “Saya belum mendapatkan informasi hasil tes itu,” ungkapnya.
Kemudian, Siti Kholijah selaku Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam menuturkan, belum mendapatkan informasi terkait hasil tes NAPZA dan HIV. Namun, menurutnya, berdasarkan janji yang diberikan pihak terkait, hasil tes bakal dikeluarkan satu minggu setelah tes. “Sangat kecewa karena dalam perjanjian setelah seminggu hasilnya langsung datang, itu perjanjian dari pengurus NAPZA dan HIV,” tuturnya.
Mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah, Irvan Radiansyah mengatakan, belum mendapatkan informasi dari pihak fakultas terkait hasil tes NAPZA dan HIV yang berlangsung pada bulan Agustus lalu. “Belum mendapatkan informasi, namun belum juga saya menanyakan hasil tes itu ke fakultas,” ucapnya.
Penanggung Jawab Klinik UIN IB: Sudah Dibagikan ke Fakultas
Penanggung Jawab Klinik UIN IB, Gusni Ernawati menjelaskan hasil tes NAPZA dan HIV sudah diinformasikan pihaknya ke masing-masing fakultas pada 15 September 2022 lalu. “Hasil tesnya sudah keluar dan telah diinformasikan kepada pihak fakultas. Apakah sudah diberitahukan ke mahasiswa saya tidak tau,” katanya.
Adapun hasil tes, Gusni bilang, mahasiswa yang mengikuti tes NAPZA dan HIV sebanyak 3.375. Sedangkan yang tidak mengikuti tes sebanyak 1.200 mahasiswa. “Hasil tes semuanya negatif,” lugasnya.
Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Syariah Ikhwan Matondang mengatakan, informasi tes pemeriksaan NAPZA dan HIV belum sampai ke pihak Fakultas Syariah. “Belum ada sampai ke saya terkait informasi tersebut. Coba tanya ke dekan lain,” katanya, Jumat (18/11).
Sementara itu saat ditanyai, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Yasmadi meminta wartawan suarakampus.com menanyakan hal tersebut ke bagian Kepala Bagian (Kabag) Kabag Umum FTK. “Tanya ke Kabag Umum fakultas,” katanya.
Setelah dikonfirmasi, Kabag Umum FTK Nur Raherma Syafriyanti mengungkapkan, pihaknya baru menerima surat hasil tes NAPZA dan HIV Maba pada 18 September 2022 lalu. “Surat informasi pemeriksaan NAPZA dan HIV baru saya minta ke Akama Rektorat,” ungkapnya.
Lain halnya dengan Nur Raherma, Kabag Umum Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), Ummu Aiman mengatakan, informasi hasil pemeriksaan NAPZA dan HIV sudah masuk ke FDIK. “Sudah saya informasikan hasil tes tersebut ke mahasiswa lewat grub WhatsApp mahasiswa,” katanya. (red)
Wartawan: Fajar Hadiansyah (Mg), Muhammad Zul Pitra (Mg) dan Junika (Mg)