Oleh: Zahra Mustika
Aku sudah meninggalkanmu
namun tetap disana
Aku pergi menghela nafas panjang dikala sunyi mulai menyusup
Dengan punggungmu yang tak bisa ku tepis
Aku mengatur langkah dikala perih tanpa obat
Tapi kau luka dan kau penawarnya
Aku berlari, namun aku terkunci dan kau pemilik kuncinya
Bayangku, masih selalu berada di dekapmu
Walau tak lagi kau genggam
Wajahmu senantiasa di hadapanku Walaupun bukan dengan fisikmu
Dan dering terindah akan selalu dengan tawamu
Namamu masih teruntai dalam bait doaku
Yang kau sangka usai.