Bukan Pilihan Namun Takdir, SAA Mengantarkan Ke Titik Tertinggi Pendidikan

Prof. Dr. Andri Ashadi M.Ag (sumber : Uinib.Ac.id)

Suarakampus.com- Tak pernah ingin menjadi guru, namun Prodi Studi Agama-agama (SAA) mengantarkan prof. Dr. Andri Ashadi M. ag, hingga titik tertinggi pendidikan. Hal ini disampaikannya lewat acara syukuran yang digelar pada siang tadi, Selasa (13/5).

Andri, selaku dekan Fakultas FUSA mengatakan, bahwa SAA adalah wadah yang sangat tepat dalam membentuk hidupnya. Dimana dulu, ia sangat takut menjadi guru, namun sekarang bisa menjadi dosen. “Bahkan mencapai puncak tertinggi pendidikan dalam cakupan prodi ini,” katanya.

Ia menuturkan, pilihannya bukan sesuatu yang disesali, karena pendidikan adalah anugrah yang harus diperjuangkan. “Tidak semua orang bisa menikmatinya,”tuturnya.

Ia menegaskan, SAA memberikan kompetensi yang bukan bersifat pengetahuan saja, melainkan dengan kemampuan hidden yang akan di tuai nantinya. “lulusan ini akan terus berkarya dengan karir yang beragam, “ujarnya.

Kemudian, ia memberi dorongan dengan kalimatnya, Kesuksesan tak selalu berhubungan dengan faktor eksternal, skill yang diasah akan menjadi penunjang. “Keberhasilan kita dimasa depan, bukan dilihat dari prodi apa kita berasal, “katanya.

Terakhir, ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, serta berharap bisa mewujudkan mimpi besarnya agar menjadi saksi ukiran perjuangan. “Doakan saya untuk selalu sehat agar bisa memperjuangkan mimpi,” tutupnya. (Red).

Wartawan : Zahra Mustika (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Mahasiswa Prodi SAA Rayakan Keberhasilan Dekan FUSA

Next Post

Aku yang Tak Benar-benar Pergi

Related Posts