Oleh:faiza septiani putri
(mahasiswi komunikasi penyiaran islam UIN IB)
Dibalik langkah yang tak pernah goyah
Tersimpan luka yang tak terungkap
Kesunyian merayap, menekan setiap napas
Menjadi sahabat dalam keputusasaan
Mataku memandang dunia yang fana
Namun hatiku terperangkap dalam bayang-bayang
Tawa yang terukir,hanyalah sebuah topeng
Menutupi luka yang tak kunjung sembuh
Ada saatnya aku ingin melawan
Namun rasa lelah lebih dahulu menundukkan kepala
Dalam kesunyian , aku terdiam tanpa kata
Terjebak dalam rasa yang tak mampu kuterjemahkan
Namun dalam hening, aku belajar merelakan
Menyembunyikan luka yang tak mampu kuungkapkan
Di balik segala yang terlihat sempurna
Ada hati yang hancur, terdiam dalam keputusasaan
Di antara luka yang tak terucap
Aku belajar menari dengan air mata
Tak ada kata yang mampu menghapus
Namun dalam diam ,aku menemukan kedamaian.