Zahra Mustika
(Mahasiswi Program Studi Agama-Agama, UIN IB)
Sejenak
Aku berlalu asing denganmu
Meninggalkan jati menuju diri
Sementara
Aku bukanlah hitam sebagai dambaan
Mereka bilang
Hitam itu kelam
Bagiku
ia keindahan yang selalu diterkam
Hitam bukan sekadar indah
Ia terjaga dan mewah
Akulah hitam
yang tak disukai
Akulah asing
yang mendarah daging dibenci
Di permukaan baru
Aku terpaksa berkejaran dengan waktu yang tak beri ruang
Aku memendam gemuruh dalam dada penuh luka
Berat
Kusimpan hitam dengan rapat
Kudekap pelik dengan erat
Aku melangkah
Bukan berpura
Setiap malam
Hampa berubah lebam
Aku tak berubah
Aku adalah aku