Oleh : Zahra Mustika
(Mahasiswa Studi Agama-Agama UIN Imam Bonjol Padang)
Nafas yang sesak merangkul dunia
Ia melangkah tak bersuara
Sigap dengan sepatu tua
Kau selipkan hangat tanpa kata
Bibirnya tak pernah menyulam cerita
Tangannya indah merangkai cinta
Tepat di rumah tua, beralas doa
Berdinding bahagia
Tawa turunannya bukan keluhan
Usaha dan lelahnya turut disembunyikan
Tak kah kau berkeluh?
Mengangkat dunia dengan bebannya
Ia tak butuh sorak
Sangat bangga dengan keberhasilan sang anak
Hati yang luas tak pernah retak
Rindu mengambang bak sayap merapak
Aku belum menjadi bintang
Langkahku tetap bimbang
Namun suaramu berhasil membuat tenang
Selamanya aku tak akan hilang
Karna kau baluri aku dengan kasih sayang