Suarakampus.com–Longsor melanda Kampus III UIN Imam Bonjol Padang. Akibat intensitas curah hujan tinggi, lereng tanah di sekitar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ambruk pada jam 13.30 WIB, Selasa (25/11).
Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Kepegawaian, Lukmanul Hakim, benarkan kejadian longsor di sekitar Febi. “Longsor terjadi di lereng antara Gedung A dan Gedung B Febi,” terangnya.
Lukman mengatakan dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. “Tetapi ada kerugian material seperti 4 mobil dan 3 motor rusak,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, proses penanganan longsor melibatkan sekitar 35 anggota Brimob yang diturunkan langsung ke lokasi. Bribtu Riturrohman dari Brimob Polda Sumbar, menjelaskan bahwa selain Brimob, personel dari Polsek Koto Tangah juga ikut membantu proses evakuasi.
Rombongan Brimob diketahui berangkat dari markas pada pukul 14.15 WIB dan tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 14.42 WIB. Dalam peristiwa ini tidak ditemukan korban luka maupun korban jiwa, namun sejumlah kendaraan terdampak dan harus dievakuasi.
“Ada empat kendaraan yang dievakuasi, terdiri dari dua unit mobil dan dua unit sepeda motor. Hingga sore ini, yang sudah berhasil dievakuasi yaitu satu unit mobil dan dua unit motor,” jelasnya
Selain aparat kepolisian, masyarakat dan pihak kampus turut terlibat dalam upaya penanganan di lokasi. Hingga saat ini, proses pembersihan material longsor masih terus dilakukan.
Pihak kepolisian juga menyampaikan harapan agar cuaca segera membaik. Mengingat intensitas hujan yang tinggi dan kondisi cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir, potensi longsor susulan maupun banjir masih dapat terjadi. Beberapa titik di Kabupaten Agam dan Pariaman dilaporkan sudah mengalami banjir.
“Untuk wilayah Kota Padang, personel sudah digeser ke titik-titik yang berpotensi terdampak sebagai langkah antisipasi,” tambahnya.
Akibat musibah ini, surat edaran peralihan perkuliahan daring sudah disebarkan kepada seluruh mahasiswa. “Hal ini dikarenakan cuaca yang ekstrem, jadi perkuliahan dilakukan secara online,” ujar Lukmanul Hakim. (ryn)
Wartawan: Aisyah Nurlaili Arinda (Mg), Nur Hanifah (Mg)