Longsor Melanda Fakultas FEBI UIN Imam Bonjol Padang

Sumber: Fauziah Maharatih

Suakampus com– Curah hujan yang tinggi dalam seminggu belakangan menimbulkan berbagai dampak bencana alam, salah satunya longsor di kawasan tanah lereng kampus tepat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Imam Bonjol Padang pada selasa siang. Longsor menyebabkan kerusakan sarana prasarana serta evakuasi mahasiswa dari gedung perkuliahan., Selasa (25/11).

Anggota Mapala, Khatam, menyebut pihaknya mendapat informasi awal dari Manajemen Umum sebelum menuju lokasi kejadian. “Saat itu tanah masih bergerak dan berpotensi longsor susulan,” ujarnya.

Ia menuturkan, tim Mapala tidak melihat detik pertama kejadian karena informasi diterima setelah longsor terjadi. “Yang kami saksikan hanya sisa-sisa pergerakan tanah di Gedung B FEBI,” katanya.

Menurutnya, kondisi lingkungan tampak rusak parah dengan sejumlah kendaraan dosen, mahasiswa, dan petugas kebersihan ikut terdampak. “Mahasiswa langsung dievakuasi dari gedung karena kuliah saat itu masih berlangsung,” tuturnya.

Wakil Rektor Bidang Adminitrasi Perencanaan dan Keuangan, Lukmanul Hakim, membenarkan adanya longsor di kawasan fakultas FEBI. “Longsor terjadi antara gedung A dan gedung B FEBI”, paparnya. 

Kemudian, rombongan brimob diketahui berangkat dari markas pada pukul 14.15 dan tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 14.42 WIB. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah kendaraan terdampak dan harus di evakuasi.

Lanjutnya, dari pihak kepolisian Polda Sumatera Barat, Briptu Riturrahman menyampaikan tahap evakuasi ini melibatkan 35 anggota Brimob yang diturunkan ke lokasi. “Selain itu juga dibantu personel dari Polsek setempat dan masyarakat”, ujarnya.

Eempat kendaraan yang dievakuasi, terdiri dari dua unit mobil dan dua unit sepeda motor. “Hingga sore ini, yang sudah berhasil dievakuasi yaitu satu unit mobil dan dua unit motor,” jelasnya

Kemudian, Khatam menggambarkan suasana kampus yang tidak lagi aman akibat ancaman hujan berhari-hari terakhir. “Kami waswas karena potensi longsor bisa muncul di titik-titik rawan, terutama di lahan yang baru digarap,” paparnya.

Ia menilai respons pimpinan kampus cukup cepat karena sejumlah pejabat langsung turun ke lokasi begitu laporan diterima. “Namun informasi kepada pihak berwajib terlambat hampir satu jam,” ungkapnya.

Khatam menambahkan, kampus seharusnya lebih sigap membaca potensi cuaca ekstrem mengingat BMKG sudah memberi peringatan beberapa hari sebelumnya. “Perkuliahan akhirnya dialihkan ke sistem daring hingga 28 November,” tuturnya.

Ia berharap pihak kampus meliburkan seluruh aktivitas sementara waktu untuk memastikan keamanan warga kampus. “Setelah itu barulah diberikan peringatan dini agar semua bisa waspada,” katanya.

Sementara itu, anggota Menwa, Muhammad Rizki, mengatakan longsor terjadi tepat setelah waktu Zuhur ketika banyak mahasiswa mulai turun dari gedung. “Mahasiswa sudah diarahkan keluar oleh satpam dan motor-motor dipindahkan ke tepi jalan agar aman,” ucapnya.

Ia memaparkan bahwa kerusakan besar terlihat pada area parkir FEBI yang ambles dari sisi Gedung B ke arah Gedung A. “Saya sempat mengira Gedung A yang roboh karena suaranya sangat kuat,” ungkapnya.

Menurutnya, kekhawatiran mahasiswa meningkat karena dikhawatirkan gedung kembali bergerak jika hujan turun. “Takut longsor susulan terjadi lagi,” katanya.

Rizki menjelaskan, beberapa pimpinan kampus seperti Wakil Rektor II, Wakil Rektor I, dan Rektor langsung turun ke lokasi sesaat setelah insiden dilaporkan. “Mahasiswa juga diminta mengikuti kuliah daring sesuai surat edaran dari pihak kampus sampai situasi kondusif,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa langkah pembatasan aktivitas kampus merupakan keputusan yang tepat mengingat lokasi UIN berada di kawasan perbukitan. “Kami berharap pembangunan ke depan lebih kokoh dan aliran air diperhatikan,” tutupnya. (asr)

Wartawan: Aisyah Nuralili Arinda (Mg), Nur Hanifah (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Curah Hujan Tinggi, Lereng Kampus UIN IB Ambruk

Next Post

Pulangan yang Terlambat

Related Posts