Suarakampus.com– Direktorat Pascasarjana Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) menggelar pelatihan bertema “Pemanfaatan AI dalam Penyusunan Artikel Ilmiah,” melalui zoom meeting. Kegiatan ini menghadirkan Syarief Fajaruddin, dosen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, sebagai salah satu narasumber, Senin (12/01).
Syarief Fajaruddin menjelaskan, menulis artikel ilmiah merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. “Tulisan ilmiah adalah jejak intelektual yang akan tetap hidup meskipun masa studi telah selesai,” ujarnya.
Ia menyampaikan, publikasi ilmiah saat ini menjadi indikator penting kualitas akademik mahasiswa dan dosen. “Tanpa publikasi, ilmu yang dimiliki berisiko berhenti hanya di ruang kelas,” katanya.
Menurutnya, pemanfaatan AI dalam penulisan harus tetap berada dalam kendali penulis. “Artikel ilmiah harus mencerminkan pemahaman, analisis, dan sudut pandang akademik penulisnya,” ujarnya.
Ia menilai banyak mahasiswa memiliki potensi menulis yang besar, namun sering terhambat rasa takut salah dan kurang percaya diri. “Kesalahan adalah bagian dari proses belajar yang justru memperkuat kualitas tulisan,” katanya.
Syarief menegaskan, menulis artikel ilmiah melatih kemampuan berpikir sistematis, kritis, dan berbasis data yang valid. “Setiap pernyataan harus memiliki dasar teori dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia juga mengatakan agar mahasiswa tidak memilih jurnal secara sembarangan demi cepat terbit. “Pemilihan jurnal harus memperhatikan kesesuaian fokus kajian dan akreditasi,” katanya.
Ia menyatakan, masih banyak mahasiswa terjebak jurnal bermasalah karena kurang teliti memeriksa status jurnal. “Kemampuan mengecek jurnal melalui SINTA menjadi keterampilan dasar yang wajib dimiliki,” ujarnya.
Selanjutnya, Syarief mengajak mahasiswa membangun budaya menulis sejak dini agar publikasi tidak dianggap beban administratif. “Jika menulis sudah menjadi kebiasaan, publikasi tidak lagi terasa berat,” katanya.
Ia menilai produktivitas menulis mahasiswa akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas program studi dan institusi. “Ketika mahasiswa aktif publikasi, reputasi akademik perguruan tinggi juga akan semakin kuat,” ujarnya. (Fau)
Wartawan: Putri Wahyuni (Mg), Zahra Mustika