Pelan-Pelan Aku Lepas

Ilustrasi menampilkan seorang anak memegang balon warna-warni di atas tangga, melambangkan proses bertahan dan melepaskan harapan dalam perjalanan emosional seseorang. Sumber : Najwalin Syofura.

Oleh : Elsya Utari
(Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah)

Aku kira cinta adalah pulang
Yempat segala lelah berhenti bertanya.
Nyatanya, aku hanya tamu
Yang terlalu lama tinggal
Di hati yang tak pernah benar-benar terbuka.

Aku menunggumu
Di jeda waktu yang kau sebut sibuk
Menghitung hari dengan harap
Sementara kau menghapusku
Pelan-pelan dari kebiasaanmu.

Aku bertahan
Bahkan saat namaku
Tak lagi kau sebut dengan rindu.
Aku belajar tersenyum
Di depan kecewa
Yang setiap malam mengetuk dada.

Kau mengajarkanku
Bagaimana rasanya dicintai setengah
Diperjuangkan seperlunya
Dan dilupakan sepenuhnya
Tanpa pernah diberi penjelasan.

Pelan-pelan aku lepas
Bukan karena aku berhenti mencintai
Tetapi karena aku lelah
Menjadi orang yang selalu mengerti
Namun tak pernah dimengerti.

Aku lepas harap
Aku lepaskan doa-doa
Yang dulu kusebut atas namamu.
Aku biarkan kenangan
Menjadi asing
Meski ia masih sering menyapa
Di sela-sela sepi.

Kini aku tahu
Cinta yang menyakitkan
Bukan tentang pergi
Melainkan tentang tinggal
Terlalu lama
Pada seseorang
Yang sejak awal
Tak berniat menetap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Lereng Gedung FEBI UIN IB Belum Diperbaiki Dua Bulan Pasca-Bencana

Next Post

Rasa Yang Tak Pernah Bersuara

Related Posts