Realita Kehidupan

Crowded Istiklal street in Istanbul

Oleh: Zaitun Ul Husna
(Mahasiswi IAT UIN Imam Bonjol Padang)

Duhai manusia ambis yang kian lalu dan lewat
Menapaki langkah pada gedung-gedung bertingkat
Panas dan terik matahari kian menyayat
Hilir mudik manusia berlalang tanpa penat

Di sini
Di atas gedung yang maha tinggi
Aku duduk berdiam diri
Menikmati hiruk pikuk duniawi
Melalang buana berimajinasi

Aku layangkan pandang ke arah bawah
Ku dapati deretan gedung nan mewah
Aku alihkan pula pandangan ke arah atas
Mendapati awan putih bak kapas

Ah, apakah arti dari semua ini?
Pada gedung mewah itu, kulihat manusia dengan kesibukan
Pada awan putih itu, ku pandangi langit penuh keindahan

Di satu sisi penuh penderitaan, dilain sisi penuh kenikmatan
Seperti itukah kehidupan?
Jika iya, bukankah itu yang dinamakan keadilan?

Lantas, kenapa selama ini kau kerap menyalahkan Tuhan
Akan takdir yang tidak kau inginkan

Ingatlah, adakalanya masa sulit itu harus kau jalani
Ada masanya waktu bahagia itu akan menghampiri
Tugasmu bukan meneliti takdir yang diberi
Tapi mensyukuri setiap langkah hidup yang dijalani

Berhentilah mengumpat takdir
Berhentilah mengulang kesedihan
Jalani setiap yang hadir
Melangkah terus menebar kebaikan

Sungai Bangek, 3 April 2023

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Tinjau Lokasi Pembangunan Masjid, Kedubes Arab Saudi Kunjungi Kampus III UIN IB

Next Post

Bangun Semangat Berbagi di Bulan Ramadan, HMP IPII Bagikan Takjil

Related Posts

Sajak Kebingungan

Oleh : Fachri Hamzah Kita terlena kenyamanan dan kesenangan, serta huru-hara yang menyengsarakan. Kita menutup mata untuk penindasan,…
Selengkapnya
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty