Oleh : Nahdia Til Fauziah
(Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam)
Setiap malam kutatap bintang yang bertebaran
Bertebaran menghiasi langit yang kelam
Cahayanya begitu indah
Namun ada hati yang tak berhenti gelisah.
Semakin lama kutatap, semakin redup cahayanya
Namun ingatan tetap menyimpan betapa indah sinarnya dulu
Saat segalanya terasa lebih hangat.
Angin membawa kabar yang tertinggal
Tentang tawa yang pernah begitu dekat
Waktu berjalan tanpa menoleh ke belakang
Namun hatiku enggan beranjak.
Kenangan datang tanpa mengetuk pintu
Duduk diam di sudut ingatan lama.
Kupersilakan pergi dengan kata restu
Namun ia memilih tinggal bersama luka.
Di antara sunyi dan cahaya remang
Aku belajar berdamai dengan rasa yang tersisa.
Tak semua yang pergi benar-benar hilang
Sebagian menetap menjadi cerita.
Sempat aku berpikir
Tidaklah baik hidup terjebak dalam kenangan
Hingga lupa bagaimana caranya melangkah.
Sebab hidup terus berjalan
Meski hati masih belajar melepaskan.