Pilar Keteguhan Hati

Ilustrasi pilar dengan simbol hati di puncaknya sebagai gambaran kasih sayang yang menjadi dasar proses pendewasaan diri. Sumber : Najwalin Syofura.

Oleh : Muhammad Rizki
(Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam)

Di meja makan malam itu
Nasi hangat di piring, suaramu pelan
Aku bicara lantang tentang dunia
Tentang keberanian yang sok penting

Kau tetap menyuap, tak menoleh
Aku pikir menang sendiri
Lalu kau menatapku
dan kata-katamu mendarat lembut

“Belum saatnya, Nak.
Niatmu baik, tapi dunia belum siap.”
Kupikir kau ketinggalan zaman
Ternyata kau telah melewati badai

Malam itu aku diam lama
Kata-katamu berputar di dada
Ego runtuh satu per satu
seperti debu yang jatuh dari dinding waktu

Kini aku tahu
Keberanian harus siap, bukan gegabah
Kasih sayangmu hangat — pilar tak terlihat
Suara yang suatu hari pasti terdengar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Bank Tanah di Atas Kertas

Next Post

Pergimu Menyisakan Tanya

Related Posts

Tuan

Oleh: Nada Asa Fhamilya Febria Andre Tuan… Kami rakyatmu yang tak terhitung jari Tak dianggap pada manik pandangmu…
Selengkapnya