Pergimu Menyisakan Tanya

Ilustrasi perempuan duduk sendiri di bangku, menggambarkan kehilangan dan tanya yang tertinggal. Sumber : Najwalin Syofura.

Oleh : Siti Nur Aisyah
(Mahasiswa Jurusan Studi Agama-Agama)

Aku mengenalmu
Di tengah kesunyian
Saat diriku tak sempat
Mencari arah.

Kau hadir dengan amat sederhana
Tanpa janji
Tanpa alasan
Lalu mempertemukanku
Dengan sesuatu
Yang kusebut harapan.

Tawa ringan
Kupasan kuaci
Dan warung kecil
Menjadi saksi
Bahwa bahagia
Pernah singgah.

Harapan itu tumbuh
Harapan ingin bertahan
Dan harapan ingin tinggal.

Namun perlahan
Kau menghilang
Meninggalkan alasan
Yang tak pernah selesai
Kupertanyakan.

Siapa sebenarnya dirimu?
Mengapa kebaikanmu
Dibagikan pada semua
Termasuk mereka
Yang rapuh oleh
Kekurangan kasih sayang?

Wahai saudaraku
Sungguh, di setiap kepergianmu
Kutangisi dalam diam
Di setiap malam.

Membayangkan wajahmu saja
Cukup membuat
Air mata runtuh
Tanpa suara.

Kini kamar gelap
Dinding retak
Dan bantal basah
Menjadi saksi
Luka yang kupeluk
Sendirian.

Wahai saudaraku
Mengapa kau begitu mudah
Datang dan pergi
Seakan ketulusan
Tak pernah berarti?

Biarlah kehilangan ini
Menjadi saksi
Bahwa aku pernah
Menganggapmu keluarga
Tanpa hubungan darah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pilar Keteguhan Hati

Next Post

Elsa dan Keempat Pionnya : Misi Untuk Newton

Related Posts