Menulis, Tak apernah Miskin Lukisan

Ilustrasi seorang perempuan menulis di meja, simbol ketekunan, harapan, dan makna yang lahir dari usaha dalam diam. Sumber: Najwalin Syofura.

Oleh : Muhammad Rizki
(Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam)

Tinta yang tumpah diam-diam
Menyimpan makna tanpa suara
Kata-kata yang luput terbaca
Menjelma rupa—hilang, namun nyata

Di sela napas yang singkat
Singgasana batin sempat menyala
Abstrak menepi di pelupuk mata
Mengunjungi tokoh-tokoh dunia

Mentari dan siulan burung
Berbagi pagi yang sederhana
Renungan disajikan tanpa meja
Namun kenyang di dada

Tak salah bila langkah tertatih
Sebab arah kerap lahir dari ragu
Yang jatuh belajar berdiri
Tanpa perlu gaduh

Usaha adalah bentuk paling jujur
Dari harap yang tak pandai bicara
Ia setia dalam diam
Melukis makna, perlahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pucuk Dibalik Selimut

Next Post

Pelantikan Ormawa FUSA Jadi Awal Transformasi dan Penguatan Sinergi Organisasi

Related Posts

Gemuruh di kala Itu

Oleh: Asih Sri Wiayu Mendung menyelimuti langitAwan mulai menghitamAir mulai turunBukan hujan, tapi hati yang sedang menangis Kutatap…
Selengkapnya

Ina

Oleh: Muhammad Iqbal (Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang) Hari-hariku mulai terasa suramPagiku, tak se gemercik duluSiang ku panas,…
Selengkapnya