Suarakampus.com– Aktivitas perkuliahan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang terganggu akibat pemadaman listrik di Kampus II Lubuk Lintah. Kondisi tersebut berdampak pada proses pembelajaran, Selasa (28/4).
Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTK menilai pemadaman listrik cukup mengganggu stabilitas kegiatan akademik. “Pemadaman berulang menunjukkan perlunya perhatian serius dari pihak kampus,” ungkapnya.
Bimma mengaku kecewa dengan kejadian tersebut. “Kampus sebesar ini, untuk hal kecil seperti listrik saja masih sering terganggu,” ujarnya.
Sebagai kendala utama, Bimma menyebut, proses belajar menjadi tidak stabil karena terganggunya perangkat pendukung. “Semoga kampus segera memberi solusi yang tepat,” sebutnya.
Selain dia, mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI), Fauziah menyampaikan, pemadaman listrik berdampak langsung pada proses belajar di kelas. “Saat ini pembelajaran sudah sangat bergantung pada sistem digital,” sampainya.
Menurutnya, kendala yang paling terasa adalah terhentinya proses presentasi, diskusi, hingga akses materi yang berbasis internet. “Semoga pihak kampus dapat memastikan kestabilan listrik agar kegiatan belajar tidak terus terganggu,“ pungkasnya.
Sementara itu, Hani dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) mengungkapkan, pemadaman listrik mengganggu alur penyampaian materi di kelas. “Khususnya saat dosen menggunakan media pembelajaran digital,” imbuhnya.
Ia menambahkan, kendala lain yang dirasakan mahasiswa adalah terhentinya aktivitas belajar. “Semoga kampus dapat menyediakan sistem kelistrikan yang lebih stabil agar kegiatan belajar tidak lagi terganggu oleh pemadaman mendadak,” pungkasnya.
Merespons hal itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN IB Padang, Lukmanul Hakim menjelaskan, pihak kampus tengah menyiapkan langkah penguatan sistem kelistrikan. “Ini merupakan respons atas gangguan yang terjadi,” paparnya.
Ia menuturkan, kampus telah menerima Rencana Anggaran Biaya (RAB) penggantian trafo serta hasil kajian teknis dari PLN terkait kebutuhan daya listrik di Kampus II.
“PLN memberikan simulasi kebutuhan daya yang menjadi acuan kami dalam menentukan langkah penambahan kapasitas dan penggantian trafo,” ujarnya.
Menurutnya, hasil kajian tersebut menjadi dasar utama dalam perencanaan peningkatan daya listrik kampus. “Semoga langkah ini bisa menjawab keluhan mahasiswa sekaligus memastikan stabilitasi listrik kampus,” pungkasnya. (Fau)
Wartawan : Lina Indriani (Mg)
Related Posts
Keringanan Pembayaran UKT Semester Genap Belum Ditentukan
Suarakampus.com- Perkuliahan semester genap Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang tahun akademik 2020/2021 dilaksanakan pada akhir…
Abdulbarr Kaisinda Bahas Hukum Air Kencing Anak di Masjid Nurul Iman.
Suarakampus.com– Abdulbarr Kaisinda memberikan ceramah bertajuk Hukum Air Kencing Anak-Anak, yang membahas persoalan thaharah berdasarkan sunnah Nabi Muhammad.Masjid…
Fakultas Kedokteran Unpas Ajak Masyarakat Atasi Depresi Lewat Webinar
Suarakampus.com- Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan (Unpas) Bandung adakan webinar dengan mengusung tema Atasi Depresi Selama Pandemi. Webinar ini…