Suarakampus.com- Shalat tarawih merupakan amalan sunnah yang dikerjakan umat Islam dalam bulan Ramadhan. Dalam kajian yang disampaikan Adi Hidayat di Masjid Agung Trans Studio Bandung dan disiarkan melalui YouTube @AdiHidayatOfficial (16/2), dibahas ketentuan tarawih, syarat perempuan ke masjid, serta amalan sahur dan zikir Subuh bagi shaf muslimah. Senin (16/02).
Adi Hidayat menjelaskan shalat tarawih juga bermakna ibadah. “Jika dikerjakan dengan santai dan nyaman dapat menenangkan jiwa,” jelasnya.
Penceramah itu mengungkapkan, Nabi Muhammad tidak membatasi jumlah rakaatnya. “Selepas tarawih, tunaikanlah dua rakaat lalu selesaikan dengan witir,” katanya.
Menurutnya, jumlah rakaat dapat berbeda sesuai kemampuan. “Berapapun jumlahnya silakan, yang penting dinikmati,” tuturnya.
Adi Hidayat menyebut, perempuan yang memiliki kewajiban di rumah tetap memperoleh pahala setara meski tidak ke masjid. “Niat taat di rumah nilainya sama,” sebutnya.
Ia menegaskan ibu yang menyusui atau memiliki tanggung jawab domestik tidak perlu memaksakan diri berangkat ke masjid. “Tidak perlu dipaksa jika kondisi tidak aman atau berat,” katanya.
Dalam ceramah yang berlangsung di Trans Studio Bandung, Adi Hidayat memaparkan, perempuan juga dapat beribadah ke masjid apabila memenuhi tiga syarat utama. “Harus ada area khusus, aman dari fitnah, dan kewajiban rumah tertangani,” paparnya.
Adi melanjutkan, selama bulan Ramadhan setiap huruf dari alqur’an yang dibaca akan digandakan pahalanya. “Minimal sepuluh kali lipat dari hari biasa,” ujarnya.
Selain itu, penceramah ini mengingatkan pentingnya amalan sahur dengan memperbanyak istighfar. “Hal ini tercantum dalam surat Az-Zariyat ayat 18,” jelasnya.
Diakhir ceramah, ia menegaskan, zikir selepas Subuh memiliki keutamaan besar. “Allah menyaksikan dan mengabulkan doa hamba-Nya,” pungkasnya.
Wartawan: Haida Putri Lubis (Mg)