Suarakampus.com- Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Imam Bonjol (UIN IB) Padang menyelenggarakan National Student Webinar (NSW) kedua bertema Teologi Islam dan Kecerdasan Buatan secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (25/05). Kegiatan ini melibatkan tujuh UIN se-Indonesia.
Pembukaan dimulai pukul 08.06 WIB dengan Hafizhah Lutfiah Azzahra sebagai pembawa acara. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Tengku Nurul Suhada, kemudian dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya serta Mars UIN Imam Bonjol Padang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FUSA, Wakil Dekan IIII, jajaran panitia, serta pengisi acara dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berpartisipasi aktif.
Dalam kegiatan tersebut, Rafiatul Hasanah dari UIN Imam Bonjol Padang ditugaskan sebagai moderator dalam jalannya webinar. Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUAD) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Masykur ditunjuk sebagai keynote speaker.
Adapun narasumber berasal dari tujuh mahasiswa perwakilan UIN, diantaranya:
- Muhammad Ilyas (UIN Antasari Banjarmasin)
- Annisa Putri Nabila (UIN Raden Fatah Palembang)
- Anton Sitompul (UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten)
- Arha Raihanu Surur (UIN Saizu Purwokerto)
- Lutfia (UIN Mataram)
- Muhammad Farhan Hidayat (UIN Alauddin Makassar),
- serta Azrian Isyfaul Fuadi (UIN Imam Bonjol Padang).
Ketua pelaksana, Nandi Pinto menyampaikan, seluruh pemateri telah siap mempresentasikan paper yang telah disusun sebelumnya. “Kegiatan akan menjadi sarana penguatan tradisi akademik mahasiswa Ushuluddin di tingkat nasional,” sampainya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. “Kekompakan tim adalah kunci utama dalam kelancaran acara,” ungkap Nandi.
Sementara itu, Dekan FUSA, Sefriyono secara resmi membuka kegiatan webinar dengan mengucapkan basmalah. “Dengan mengucapkan basmalah kegiatan resmi kita buka,” ujarnya.
Dalam sambutannya, ia juga menuturkan, perkembangan kecerdasan buatan merupakan bagian dari dinamika kebudayaan modern yang membawa manfaat sekaligus tantangan yang perlu diantisipasi secara akademik. “Karenanya pemanfaatan AI harus dilakukan secara arif agar tidak menimbulkan pelanggaran etika maupun hak kekayaan intelektual,” tuturnya.
Diakhir pembukaan, Muhammad Afwan memimpin doa sebagai penanda bahwa rangkaian webinar segera dimulai. (rar)
Wartawan : Fauziah Maharatih Wahyuni.