Suarakampus.com- Menanggapi pemberitaan rendahnya kemampuan baca Al-Qur’an di kalangan mahasiswa, Rektor Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang buka suara. Angka 13 persen yang disampaikan berasal dari riset Kementerian Agama terhadap guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di enam provinsi, bukan data mahasiswa UIN IB Padang. Senin (02/03).
Rektor UIN IB Padang, Martin Kustati menegaskan data 13 persen yang disampaikan bukan merujuk pada mahasiswa UIN IB Padang. “Data tersebut merupakan hasil riset Kementerian Agama (Kemenag) terhadap guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di enam provinsi,” tegasnya.
Pejabat kampus ini mengungkapkan, temuan tersebut merupakan hasil asesmen Kemenag yang menunjukkan bahwa guru PAI yang benar-benar mahir dalam baca tulis Al-Qur’an baru mencapai 13 persen. “Dalam amanat sebelumnya saya menjadikan itu sebagai motivasi agar mahasiswa lebih gencar mengaji dan mempelajari Al-Qur’an,” ungkapnya.
Menurutnya, temuan tersebut menjadi catatan bagi Kemenag dan seluruh perguruan tinggi keislaman, mengingat guru PAI umumnya merupakan lulusan kampus Islam. “Dalam hal ini, Direktorat Pendidikan Islam (Pendis) diminta untuk mengeluarkan surat edaran kepada seluruh perguruan tinggi agar memperkuat pembinaan baca tulis Al-Qur’an,” sebutnya.
Rektor mengatakan kampus telah dan akan terus menguatkan program pembinaan melalui berbagai jalur, baik di tingkat rektorat, fakultas, maupun kemahasiswaan. “Di rektorat, sudah berlangsung program khusus 30 menit membaca Al-qur’an,” katanya.
Selain itu, Martin menyebut pembinaan seharusnya juga dilakukan melalui proses perkuliahan serta kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Mahasiswa bisa menerapkan dengan meluangkan waktu sekitar 10 menit untuk membaca Al-Qur’an, setelahnya melanjutkan kegiatan,” paparnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh sivitas akademika, termasuk media kampus, untuk berkolaborasi dalam pembiasaan menghidupkan kegiatan keagamaan seperti mengaji. “Pembiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa dampak besar dalam peningkatan kualitas literasi Al-Qur’an,” pungkasnya. (Nda)
Wartawan : Nur Hanifah (Mg)