Suarakampus.com– Instruktur dan asesor Lembaga Sertifikasi Profesi yang bernaung dibawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebut mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Imam Bonjol Padang memiliki semangat tinggi dalam mempelajari keterampilan digital. Penilaian itu disampaikan langsung dalam pelatihan di hari ketiga, Selasa (02/06).
Salah seorang instruktur, Rahmad Budi Utomo menjelaskan, dirinya telah menjadi asesor sejak tahun 2017. “Ini saya dapatkan setelah mengikuti ujian untuk menjadi asesor,” jelasnya.
Rahmad menyampaikan, latar belakang pendidikannya terletak pada bidang teknologi informasi. “Fokus pendidikan saya adalah di bidang komputer dan teknik informatika,” sampainya.
Ia juga aktif sebagai instruktur di berbagai bidang teknologi informasi seperti pemrograman, desain grafis, dan video editing. “Saya tidak hanya di satu bidang, tetapi juga multimedia dan content creator,” katanya.

Instruktur dan Assesor BNSP, Rahmad Budi Utomo. Sumber : Zahra Mustika/ Suarakampus.com
Rahmad menilai mahasiswa FUSA berani keluar dari zona nyaman. “Mereka mau keluar dari zona nyaman dan belajar hal baru di bidang digital,” ujarnya.
Ia mengungkapkan kendala utama selama pelatihan adalah perbedaan pemahaman dasar peserta. “Kadang materi harus dijelaskan beberapa kali agar benar-benar dipahami,” paparnya.
Rahmad berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan digital. “Harapannya ilmu ini bisa mereka gunakan untuk karier dan pengabdian ke masyarakat,” katanya.
Mengantongi kualifikasi sebagai Instruktur Video Editing BNSP, Suherman menekankan bahwa kepakarannya berakar pada bidang teknologi informasi pendalaman bidang multimedia. “Saya telah mendedikasikan fokus pada multimedia interaktif sejak awal karier,” tuturnya.Instruktur lainnya, Suherman menyebut dirinya memiliki latar belakang di bidang teknologi informasi dan multimedia. “Saya fokus di multimedia interaktif sejak awal,” ujarnya.
Mengenai rekam jejak akademis, Suherman menyelesaikan pendidikan sarjananya pada Universitas Pembangunan panca Budi di Medan, sebelum akhirnya mendalami program magister di Universitas Putra Indonesia YPTK Padang dan meraih gelar doktor dari Universitas Negeri Padang. “Seluruh capaian literasi dan kompetensinya tersebut berakar kuat pada disiplin ilmu Teknologi Informasi serta Teknologi Kejuruan,” tegasnya.

Instruktur dan Assesor BNSP, Suherman. Sumber : Zahra Mustika/ Suarakampus.com
Ia menjelaskan bahwa dirinya mengampu berbagai bidang keahlian, seperti penyuntingan video, desain grafis, dan pembuatan konten. “Kompetensi saya saling bertautan erat di dalam ekosistem bidang teknologi informasi,” ujarnya.
Suherman menyoroti sebuah fenomena menarik dalam pelaksanaan pelatihan, ia mengungkapkan, peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk melakukan proses literasi digital. “Ini terlepas dari latar belakang disiplin ilmu yang mereka tekuni tidak terkait langsung terhadap bidang digital saat ini,” imbuhnya.
Melalui momentum ini, ia menaruh harapan besar agar para peserta mampu menyebarluaskan ilmu yang didapat untuk kemaslahatan publik dan syiar dakwah. “Pelatihan ini merupakan pijakan awal yang diharapkan dapat bermuara pada terbentuknya jaringan kerja sama baru yang lebih konkret,” (Fau)
Wartawan: Putri Wahyuni (Mg)