Zahra Mustika
Mahasiswi Program Studi Studi Agama Agama UIN IB
Malam mengetuk jendela kamarku
sepasang bola matamu selalu hinggap
di khayal menuju pulasku
kau bukan sekedar peristiwa masa lalu
karna kau selalu mengisi sanubari
Tuan yang menawan
kau beri ramuan apa aku
hingga terus-terusan terpaku
mantra apa yang kau tuturkan
hingga aku masih tak berkutik melupakanmu
Kepadamu wahai pemilik senyuman yang indah
mengapa begitu lekas kau bersenandung
agar gelap menghampiri
lambaian tanganmu menyapaku
dan membawaku pada kenyataan
bahwa aku tak pernah benar-benar menggapaimu
dan hanya terenyuh mengagumi bayangmu