Begini Tanggapan Himatika Soal Isu Pembayaran dan Daftar Ulang

Ilustrasi (Foto: Freepik)

Suarakampus.com- Beredar kabar Himpunan Mahasiswa Tadris Matematika (Himatika), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) terapkan pembayaran dan daftar ulang tiap semesternya. Namun, menurut Ketua Himatika, Akhmad Fauzan, kebijakan tersebut dilakukan guna membantu sesama mahasiswa Program Studi (Prodi) Tadris Matematika, terkhusus yang sedang dalam kesulitan.

“Kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu Mahasiswa Tadris Matematika jika ada yang tertimpa kemalangan atau musibah,” ucapnya kepada tim suarakampus.com, Selasa (09/03).

Ia juga menjelaskan sejatinya kegiatan ini sudah diterapkan sejak tahun 2015 lalu, walaupun sempat terjeda selama pandemi. “Dikarenakan pandemi kegiatan ini ditiadakan untuk semester lalu karena surat himbauan rektorat untuk meniadakan kegiatan,” kata Fauzan.

Fauzan juga menuturkan kegiatan ini tidak ada paksaan, hanya sebagai bentuk partisipasi Mahasiswa Tadris Matematika terhadap kelancaran proses bantuan. “Tidak ada sanksi yang diberikan kepada mahasiswa yang tidak membayar, ini cuman sebagai bentuk simpati mahasiswa saja,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan sebagai pendekatan relasi antara senior dan junior Tadris Matematika. Adapun besaran bantuan yang ditetapkan sebesar Rp 10.000 per orang.

Pada masa pandemi ini semuanya serba terbatas, mulai dari penginputan data hingga penyaluran dana. “Untuk penginputan data kami menggunakan Google Form karena pengumpulan secara fisik terlalu beresiko dan tentunya memakan biaya,” kata Ketua Himatika tersebut.

Kemudian ia mengatakan data yang diminta biasanya berupa nama, Nomor Induk Mahasiswa (NIM), golongan darah, serta prestasi. “Untuk golongan darah kami tidak mewajibkan diisi, tapi kami berharap setidaknya ada 50 persen yang mengisinya dari data yang terkumpul,” tuturnya.

Sebelumnya, saat dikonfimrasi suarakampus.com, Senin (08/03), Ketua Jurusan Tadris Matematika FTK Rivdya Eliza mengaku bahwa pihaknya tidak pernah mengetahui adanya pendaftaran ulang yang dilakukan oleh jurusan.

“Saya tidak pernah mewajibkan mahasiswa untuk mendaftar ulang, dan saya tidak pernah tahu ada aturan seperti itu, mungkin saja itu program internal Hima,” katanya. (rta)

Wartawan: Nada Andini (Mg), Hary Elta Pratama (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

UIN IB Tunda Wisuda Ke-85, WR I: Kemungkinan Setelah Lebaran

Next Post

UKM Pramuka Gelar Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Dewan Racana Baru

Related Posts
Total
0
Share