BMI: Politik dalam Bingkai Islam

Penyampai materi dalam diskusi Back to Muslim Identity (sumber: Nurwasilah/suarakampus.com)

Suarakampus.com- Nurfitriyani Restuti, tegaskan politik harus didasarkan pada kesejahteraan masyarakat. Pemateri dalam diskusi Back to Muslim Identity (BMI) itu, mengatakan bingkai pemerintahan harus dijalankan sesuai ajaran agama, Kampus II UIN Imam Bonjol Padang.

“Politik sekarang mengarah pada oligarki, hanya memikirkan kekuasaan semata,” pungkasnya.

Lanjutnya, seharusnya politik memperhatikan kebutuhan rakyat seperti yang dicontohkan dalam kepemimpinan Rasulullah yang adil, bijaksana, dan kepeduliannya terhadap masyarakat. “Bukan hanya sekedar umbar janji,” tegasnya.

“Seperti sahabat Rasul lainnya, Ali bin Abi Thalib dan kepemimpinan masa Amr bin Ash yang amanah terhadap tugasnya,” sambung Nurfitriyani.

Ia mengungkapkan politik dengan kepentingan masyarakat, dijelaskan dalam al-Qur’an pada Surat Al-A’raf ayat 96. “Orang akan mendapat balasan sesuai apa yang diperbuat,” ujarnya.

Kendati demikian, kata dia, sebagai generasi muda sudah seharusnya kita mewarnai politik dengan aliran Islam. “Jangan memandang politik sebatas jabatan saja,” lugasnya.

“Jadikan Rasulullah sebagai tauladan dalam berpolitik, mencapai kemaslahatan umat,” lanjutnya.

Ia menyebutkan untuk menjadi pemimpin memberikan tanggung jawab dan kepedulian terhadap masyarakat kecil. “Melayani umat bukan berarti menyuruh mereka melakukan hal yang sulit,” tutupnya. (wng)

Wartawan: Nurwasilah Arafiah (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Seminar Yaumil Arabic, Paparkan Tujuh Budaya Timur Tengah

Next Post

Penutupan Yaumul Arabic dan Festival Timur, Umumkan 21 Pemenang Lomba

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty