Dari Teori

(Sumber: Tsamara/suarakampus.com)

Oleh: Nanang Sanjaya

(Mahasiswa Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam)

Kita mulai dari hal biasa, dan sepi
Satu bab, tujuan, dan landasan teori
Tak ada rencana jatuh hati
Hanya ingin mendengar argumenmu berdiri

Di sela debat tentang metode dan data
Aku menemukan nada hangat
Di cara kau menyusun kalimat,
Yang kau ungkapkan lewat kata debat

Diskusi itu
Bukan lagi soal judul atau kesimpulan,
Tapi tentang caraku mencatat setiap detakmu
Yang diam-diam membelokkan logikaku ke arah rasa.

Lucu,
Dari semua ruang ilmiah yang pernah kutapaki,
Justru di tengah tanya jawab serius itu
Aku jatuh ke ranah cerita yang melibatkan hati

Maka maafkan aku,
Jika sejak hari itu yang kutelaah bukan lagi teori,
Melainkan caramu bicara, tersenyum, dan percaya diri
Seolah cinta diam-diam menyisip di antara kutipan dan revisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Mushalla Sekadar Simbol, Ironi di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Next Post

Semester Hampir Usai, Beasiswa KIP Masih Mandek

Related Posts