Suarakampus.com–Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) bagi mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang belum juga dicairkan, meski semester hampir berakhir. Keterlambatan pencairan ini dikeluhkan oleh sejumlah penerima manfaat yang sangat bergantung pada dana tersebut untuk kebutuhan hidup dan pendidikan, Jumat (16/05).
Mahasiswa berinisial J menyebutkan, keterlambatan ini menyulitkan banyak penerima, terutama yang berasal dari luar kota. “Sudah hampir habis semester ini, kami masih menunggu pencairan beasiswa,” ucapnya.
Mahasiswa itu menambahkan, sebagian besar penerima berasal dari keluarga tidak mampu dan sangat bergantung pada beasiswa tersebut. “Terutama saya sendiri yang menopang hidup dengan uang KIPK,” katanya.
J menuturkan, banyak mahasiswa merasa serba salah untuk menyampaikan aspirasi karena khawatir timbul konflik. “Tidak mungkin hanya satu dua orang yang maju untuk masalah ini,” jelasnya.
Penerima beasiswa itu menyebutkan, belum ada kejelasan kapan dana akan dicairkan. “Beberapa mahasiswa bahkan belum bisa kembali ke Padang,” tuturnya.
Ia melanjutkan, mahasiswa berharap agar pihak kampus dan pemerintah segera memberi kejelasan dan solusi konkret. “Kami butuh beasiswa ini untuk memenuhi kebutuhan pokok dan kuliah,” katanya.
J juga menekankan, pentingnya penyelesaian masalah secara adil dan terbuka oleh pihak kampus dan kementerian terkait. “Saya juga berharap proses pencairan beasiswa dapat dilakukan dengan transparan dan akuntabel,” ucapnya.
Mahasiswa itu mengaku, tetap bersikap tenang meski terdampak oleh keterlambatan. “Saya termasuk orang yang netral, adem ayem, sabar dan cukup sabar juga,” ungkapnya.
Ia berharap, pemerintah segera bertindak dan mempercepat proses pencairan dana beasiswa. “Semoga pencairan segera dilakukan agar kami tidak semakin terbebani,” tutupnya. (ver)
Wartawan: Harvizaq Rafkhi (Mg)