Demokrasi Indonesia Berada di Ujung Jurang, Perlu Peran MPR RI untuk Perbaikinya

Suasana penyampaian materi oleh Anggota MPR RI, Alirman Sori pada sosialisasi empat pilar di Hotel New Dhave. (Foto: Rais/suarakampus.com)

Suarakampus.com- Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI sosialisasikan peran penting MPR bagi demokrasi di Indonesia. Kegiatan ini bentuk kerjasamanya dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), yang berlangsung di New D’Dhave Hotel.

Ketua Panitia Hani Tanjung mengatakan, pentingnya peran MPR dalam memperbaiki demokrasi di Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja. “Masih banyak tugas kita yang belum selesai dalam meningkatkan demokrasi di Indonesia,” katanya, Sabtu (09/04).

Lanjutnya, salah satu tugas dari MPR ini adalah menjaga agar kestabilan demokrasi tetap berjalan pada jalurnya. “Namun alhamdulillah banyak pihak yang mengingatkan akan hal itu, demokrasi kita lagi berada pada masa cacat terutama mengenai pemilu,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Anggota MPR RI Alirman Sori menjelaskan bahwa, kelompok-kelompok tertentu berusaha melakukan penabrakan dan pengeroyokan konstitusi baik sengaja ataupun tidak. “Sekarang kita berada tepat di tepi jurang, krisis demokrasi ini harus kita hadapi bersama,” jelasnya.

Kemudian, kata Alirman sejatinya kedaulatan berada di tangan rakyat, sedangkan partai politik hanya sebagai pelaksana serta wadah bagi calon pemimpin nantinya. “Kenapa harus ada perpanjangan tiga periode?, pemilik demokrasi ini kita rakyat Indonesia,” ujarnya.

“Lanjut tiga periode juga harus mengikuti regulasi dan konstitusional yang berlaku,” sambungnya.

Ia menuturkan demokrasi semakin kacau ketika perdebatan mengenai pancasila dilakukan, dasar negara yang sudah lama disahkan dengan susah payah. “Sebagai negara yang terdiri dari berbagai suku, ras, bahasa, dan agama kita disatukan oleh Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.

“Jika perbedaan ini yang kita lakukan perubahan maka, rusaklah demokrasi ini,” tambahnya.

Alirman mengungkapkan, sosialisasi ini dapat didengar oleh Menteri Pendidikan yang kemudian dapat dipelajari kembali di sekolah. “Demokrasi kita sedang berada di ujung jurang maka, penanaman kembali mengenai hal ini penting dilakukan sejak dini,” ungkapnya. (ndn)

Wartawan: Kholilah Tri Julianda (Mg), Rais Shiddiq (Mg)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pelaksanaan Wisuda Angkatan ke-87 Akan Digelar Pasca Lebaran

Next Post

Bukber Akbar Sebagai Ajang Silaturahmi untuk Isi Waktu Luang Selama Bulan Ramadan

Related Posts
Total
0
Share
410 Gone

410 Gone


openresty