Suarakampus.com- Jelang Pemilu Tempo berkolaborasi dengan DPR RI mengadakan diskusi memastikan Pemilu legislatif berkualitas dan dapat mewakili kehendak seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Nusantara Ruang Abdul Muis DPR RI dan secara daring di Youtube Tempo.com (12/02)
Kepala Biro Pemberitaan Parlemen, Indra Pahlevi menyampaikan edukasi dan pencerahan diperlukan agar menjadi pemilih yang cerdas dan memilih yang berkualitas. “Agar generasi muda mengenali pemilihan legislatif dan mengetahui calon legislatif di dapilnya, dan seharusnya masyarakat tidak hanya berfokus pada pemilihan presiden saja,” ucapnya.
Selanjutnya, Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar mengatakan pemilihan presiden mendapatkan sorotan yang lebih sementara legislatif tidak kalah penting. “Mereka mengawal proses pemerintahan selama lima tahun ke depan, tanggung jawab yang besar karna fungsi dari DPR sangat penting,” jelasnya.
Kemudian, Selaku anggota DPR RI, Fadli Zon menuturkan Pemilu menjadi tempat masyarakat menentukan pilihannya baik legislatif dan eksekutif dengan tugas tertentu. “Sebagai pemilih perlu melihat rekam jejak calon legislatif dari berbagai platform agar mengetahui yang tepat untuk dipilih sesuai dengan tugas semestinya,” tegasnya.
Lanjutnya, Ia mengungkapkan optimis Pemilu kali ini damai, karena dapat diantisipasi dari proses penghitungan suara dipercepat dengan teknologi yang sudah berkembang. “Biasanya diselesaikan beberapa minggu sekarang sudah bisa dalam hitungan hari saja dan tidak memakan korban,” sambungnya.
Sementara itu, anggota DPR RI, Ledia Hanifa Amalia menyebutkan saat ini setiap rapat komisi DPR sudah terbuka dan dapat dilihat oleh khalayak, agar saat memilih dapat menyesuaikan calon legislatif yang sesuai dengan tugas-tugas di lembaga. “DPR RI ada program Magang di Rumah Rakyat dan di masing-masing fraksi, supaya masyarakat mengetahui pekerjaan anggota dewan dan mengetahui apriori pada politik,” jelasnya.
Kendati demikian, Ketua Pusat Studi Komunikasi, Media dan Budaya Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, Kunto Adi Wibowo menjelaskan ada beberapa kategori pemilih. “Berdasarkan kajian komunikasi politik diantaranya pemilih rasional, pemilih ideologis, pemilih berdasarkan isu penting terkini, dan pemilih yang rasionalitas terbatas atau memiliki jalan pintas seperti hanya melihat secara visual saja,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan permasalahan edukasi politik saat ini, masyarakat banyak yang tidak mengetahui perbedaan antara DPRD dan DPR RI. “Khalayak bingung dan menyamaratakan keduanya, dengan ini diharapkan generasi muda yang paham bisa memberikan konten edukasi supaya tidak ada salah paham,” katanya.
Selaku Direktur Tempo, Wahyu Dhyatmika menyebutkan faktor pemilihan legislatif jarang dibahas karena calon legislatif banyak menyebabkan pemberitaan media sering berfokus terhadap simplifikasi dari isu figur yang terwakili pada calon presiden dan calon wakil presiden nya sehingga memudahkan pemberitaan menangkap esensi dari perdebatan. “Seharusnya calon legislatif harus ramai dibicarakan di dapilnya tetapi digital media sudah menjadi konsumsi publik sehingga khalayak harus bisa melihat yang kredibel atau tidak,” sebutnya.
Selanjutnya, ia mengatakan disinformasi media yang terjadi saat ini yaitu pada pengeditan suatu foto dari narasi yang keliru, dan manipulasi konten. “Pada media Tempo mengedepankan isu yang memiliki kepentingan publik seperti potensi kecurangan dalam pemilu,” kayanya.
Ia menyampaikan cara memastikan Tempo objektif yaitu membuka ruang Redaksi untuk dikritik dan diakses oleh publik. “Memiliki prinsip bahwa redaksi merupakan lembaga publik dan transparan kepada pembaca,” tutupnya. (hkm)
Wartawan : Silvi Amelia (Mg)