Oleh:
Ergina Kholifah ( Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam UIN Imam Bonjol Padang)
Telah kukata: cintaku padamu tak bersayap dusata,
Namun kau balas hanya demi reda di dada.
Kita tahu darah melarang, hukum hati pun murka.
Tapi kau datang mungkin sekedar pengusir hampa.
Kupeluk luka demi nama cinta yang ku sembah.
Kau cipta retak, lalu minta maaf seolah bijak.
Aku bukan bodoh, tapi rasa ini telah tua,
Tersimpan dalam sunyi, tumbuh dubalik doa.
Cintamu palsu, seakan anugrah, nyatanya kutuk,
Datang saat sepi, pergi tanpa salam atau peluk.
Kini kutulis getir ini dengan tinta dendam,
Untuk cinta yang kau jajah, dan kau bakar diam-diam.