Oleh: Ergina Kholifah (Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Imam Bonjol Padang)
Ia jatuh cinta, jatuh tanpa pegangan.
Terperosok ke dasar luka
di mana cahaya pun enggan menyebut namanya.
Arus menggilas tubuhnya,
menariknya jauh
dari segala yang dulu ia sebut hidup.
Seolah penyair ingin menitipkan rahasia,
bahwa manusia kerap menautkan hatinya
Lebih kuat pada sesama ciptaan Tuhan
daripada pada Dia yang menciptakan segalanya.
Cinta yang digantungkan pada yang fana
tak pernah sanggup menampungnya.
Kini ia berdiri sendiri,
mengerti satu hal,
kecewa adalah bayang
dari hati yang salah tempat berpulang.