Suarakampus.com- Fresh Graduate UIN Imam Bonjol Padang keluhkan sulitnya mencari pekerjaan akibat banyaknya syarat yang dinilai memberatkan. Meski peluang kerja masih terbuka, sejumlah ketentuan seperti persyaratan jurusan, tinggi badan, hingga penggunaan ijazah disebut tidak sebanding dengan kondisi lulusan baru yang masih minim pengalaman, Sabtu (22/10).
Salah satu Mahasiswa Fresh Graduate, Anisah Putri menilai kondisi lapangan kerja saat ini sangat sulit dikarnakan syarat dan ketentuan yang berlebihan. “Seperti syarat tinggi badan, penggunaan ijazah asli, dan jurusan tertentu saja,” ujarnya.
Ia mengatakan, meski peluang kerja sektor dinilai terbuka namun syarat yang diberlakukan masih terlalu berat. “Peluang sektor terbuka, namun syarat terlalu mencekik untuk fresh graduate,” ungkapnya.
Ia juga menilai program magang yang disediakan Pemerintah melalui Kementrian memang banyak, tetapi persyaratan menyulitkan. “Ada beberapa jurusan yang tidak mendapat ruang pengembangan yang memadai,” katanya.
Ia mengatakan, untuk tantangan lain tidak ada selain persyaratan, namun keterampilan dan persiapan mental harus dipersiapkan dari sekarang. “Mungkin hanya dalam penyusunan berkas, selain itu aman,” ujarnya.
Ia berharap, persyaratan kerja di Padang lebih realistis, seperti batas IPK yang wajar dan dokumen yang tidak memberatkan. “Semoga kedepannya juga UMR di Padang lebih meningkat, dan lowongan kerja tidak meribetkan orang yang ingin berkarir,” tuturnya.
Senada dengan itu, Mahasiswa Fresh Graduate, Rahma Yudi mengatakan, Ijazah asli sebagai syarat utama untuk mendaftar lapangan kerja di beberapa perusahaan. “Tapi, kita belum menerima dokumen ijazah asli, ada yang tidak menggunakan ijazah asli namun berada di sektor informal,” terangnya.
Rahma melihat lapangan pekerjaan di Padang sebenarnya sudah cukup, tetapi terkendala syarat. “Lowongan itu ada, tapi kembali dengan kemampuan kita dan apakah memenuhi syarat posisi yang dicari,” katanya.
Menurut Rahma, hambatan paling besar adalah tuntutan pengalaman yang tidak seimbang. “Banyak perusahaan meminta pengalaman, sedangkan saya baru tamat dan belum punya pengalaman apa-apa,” jelasnya.
Rahma berharap, perusahaan di Padng dapat membuka lebih banyak lagi ruang bagi lulusan baru. “Ruang bagi lulusan baru ini dapat menjadi penekan angka pengangguran” ujarnya.
Lulusan UIN Imam Bonjol lainnya, Zahra Syafrinal juga merasakan kesulitan serupa karna belum memiliki pengalaman. “Kebutuhan tenaga kerja memang ada, tetapi syarat menjadi hambatan terbesar bagi Fresh Graduate,” pungkasnya.
Zahra berharap, perusahaan tidak hanya mencari pelamar berpengalaman, tetapi juga memberi ruang bagi lulusan baru. “Karna tidak semua yang belum ada pengalaman tidak mampu, kesempatan belajar yang kami butuhkan,” harapnya.
Sementara itu, Mahasiswa Fresh Graduate lainnya, Faizatul Mujahidah menyoroti kendala pengalaman minimal satu tahun. “Lapangan kerja di Padang ga terlalu open untuk Fresh Graduate, kecuali ada relasi,”katanya.
Ia menambahkan, tantangan lain yang dihadapi adalah kesiapan mental saat wawancara dengan HRD. “Microteaching adalah tantangan paling berat saat melamar tenaga pendidikan,” ungkapnya.
Ia menuturkan, kampus harus memperkuat kerja sama dengan industri, sehingga bisa lebih banyak membuka program magang bagi fres graduate. “Agar peluang kerja lebih sesuai dengan latar belakang mahasiswa,” tutupnya.(Red)
Wartawan: Delia Putri (Mg) dan Putri Wahyuni (Mg)