Oleh : Bimma Al Hafizh
Gubernur FTK 2026/2027
Menanggapi pernyataan Presma UIN IB 2025 pada kolom komentar postingan Dema u yang belakangan sedang hangat di perbincangkan mengenai ftk secara khusus.
Dikatakan bahwa yang bersangkutan, yakninya Presma UIN IB 2025 telah melaksanakan dengan baik apa yang menjadi janji kampaye nya kepada masyarakat Tarbiyah.
Perlu diketahui, FTK adalah ladang paling menguntungkan bagi para elit elit kampus mengumpulkan suara untuk tujuan kekuasaan. Elit elit kampus akan melakukan segala cara, akan memoles janji sehalus mungkin, bahkan kalaupun harus menjual kesedihan, mereka akan lakukan, hanya untuk dapatkan suara dari fakultas Tarbiyah. Ini bukan sebuah bentuk kesombongan, tapi justru bentuk kemirisan.
Mahasiswa FTK, dianggap hanya sebuah perkumpulan mahasiswa yang mudah dibodoh bodohi oleh para elit. Bahkan petinggi rektorat sekalipun.
Pemilihan presma & wapresma tahun 2025, terdapat 6 poin tuntutan yang telah kami coba berikan sebagai bentuk harapan akan adanya perubahan untuk FTK. Namun nihil.
Dari banyaknya tuntutan, terdapat salah satu tuntutan yang sangat kami butuhkan. Sebagai fakultas yang termarjinalkan, terpinggirkan, kami ingin agar para elit rektorat mau turun ke fakultas Tarbiyah, bertemu langsung dengan kawan kawan Tarbiyah, dan melakukan dialog dalam bentuk mimbar bebas Mahasiswa yang kami rancang. Untuk hal ini kami meminta partisipasi kepada pihak Dema U terkhusus pimpinan Dema U untuk menjembatani nya, namun kenyataannya nihil juga.
Pernyataan mantan presma UIN IB, Hidayatul Fikri, yang menyatakan bahwa sudah banyak kontribusi nya untuk FTK selama masa baktinya pada saat pelaporan pertanggungjawaban nya didalam sidang Mudema U, sangatlah lucu.
Ia memberikan pernyataan, bahwa salah satu kontribusi nya untuk FTK adalah, dengan menjadikan FTK sebagai tempat Konsolidasi Gerakan yang diinisiasi oleh BEM SB. Bahkan menjadikan salah seoranh dari ribuan masyarakat Tarbiyah sebagai korlap dalam sebuah aksi BEM SB.
Tentunya ini bertentangan dengan apa yang telah dijanjikan.
FTK bukan fakultas marjinal.
FTK bukan fakultas pinggiran.
FTK merupakan bagian dari keluarga besar UIN IB.
FTK menolak segala bentuk ketertindasan
FTK menolak segala bentuk eksploitasi, baik dari para elit mahasiswa, dekanat, atau bahkan rektorat.