Suarakampus.com– Pelaksanaan Mudema-U 2026 memicu polemik di tengah dinamika demokrasi kampus. Di satu sisi sejumlah pihak menilai aturan AD/RT 2026 belum sah dan dipertanyakan integritasnya, sementara panitia bersikukuh seluruh tahapan telah berjalan transparan dan sesuai mekanisme, Senin (2/3).
Presiden Mahasiswa (Presma) 2025, Hidayatul Fikri mengungkapkan dinamika demokrasi kampus sering kali tidak selalu mencerminkan nilai demokrasi yang sehat. “bisa dikatakan lemahnya integritas, ” ungkapnya.
Fikri melanjutkan, penyebab lemahnya integritas pada demokrasi periode 2026 terjadi karena AD/RT tahun 2026 tidak sesuai dan belum disahkan. “Disana dicantumkan nama Senat Mahasiswa (SEMA) lama dan pembina yang baru, ini sangat janggal,” tambahnya.
Menurutnya, prosedur yang berjalan saat ini terkesan memaksakan kepentingan tertentu. “Jika AD/RT 2026 tidak sah, maka seharusnya tetap berpatokan dengan AD/RT 2022, “ ucapnya.
Sementara itu, Sekjen SEMA-U, Nader Awandy menyampaikan tanggapannya, seluruh tahapan pemilihan Mudema-U 2026 sudah bersifat transparan dan sesuai prosedur. “ kami juga sudah melakukan penetapan SC, dan penjaringan Oprec Panitia Mudema-U 2026,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam proses pra Mudema-U hingga Mudema-U, seluruh panitia menyusun mekanisme sedemikian rupa agar ini tidak menyalahi AD/RT dan tetap transparan. “Mulai dari segi penjaringan bakal calon ketua dan wakilnya, hingga penetapan ketua dan wakil terpilih,” ujarnya.
Nader mengatakan, dalam tahapan pemilihan, panitia melakukan penyuratan kepada setiap Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) untuk mengutus delegasinya. “Delegasi yang diutus akan menyaksikan langsung penyampaian bedah visi misi setiap paslon,” sebutnya.
Senada demikian, Ketua Komisi 3 SEMA-U, Fajar Hidayat menjelaskan pengawasan pemilihan dilakukan secara ketat dan menyeluruh. “Berdasarkan hasil kesepakatan rapat, Komisi 3 SEMA-U menjadi pihak yang memonitoring jalannya pelaksanaan kegiatan,” jelasnya.
Fajar menekankan, pihak SEMA-U selalu menghadiri rapat kepanitiaan. “Hal ini dilakukan untuk memastikan panitia tetap menjalankan aturan yang berlaku,” sebutnya.
Hidayat juga memberikan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan. “Masih terdapat beberapa kesalahan teknis yang membuat beberapa agenda belum maksimal,” paparnya.
Dalam akhiran ucapan, Ia menyampaikan, kegiatan Mudema-U tahun ini tetap berjalan sukses seperti yang diharapkan. “Alhamdulillah, meski ada sedikit gangguan dari segelintir orang, panitia mampu mengatasi semua permasalahan dengan maksimal,” tutupnya. (Raf)
Wartawan : Nur Hanifah (Mg)
Mudema-U 2026 Tuai Polemik, SEMA-U Klaim Transparan