Suarakampus.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang tegaskan independensi gerakan mahasiswa dengan menolak kompromi bersama pejabat publik usai video perayaan ulang tahun Vasco beredar, Kamis (16/7).
Ketua Umum GMNI, Aldhy Darzan mengatakan, perjuangan mahasiswa tidak berhenti pada aksi demonstrasi, tetapi juga diwujudkan melalui advokasi, pengawasan kebijakan, dan kontrol sosial secara berkelanjutan.
Menurutnya, seluruh agenda organisasi yang melibatkan pihak eksternal harus dibahas melalui mekanisme konsolidasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik maupun melemahkan posisi gerakan mahasiswa.
“Perjuangan kami tidak akan berubah hanya karena ada undangan dari pihak yang kami kritik,” ujarnya.
Aldhy menegaskan, GMNI bersama Aliansi Cipayung Sumbar berkomitmen menjaga konsistensi sikap dan tidak mencampuradukkan gerakan kritis dengan kepentingan seremonial maupun politik praktis. Dengan memastikan setiap keputusan organisasi akan ditempuh melalui forum konsolidasi, bukan berdasarkan keputusan individu.
“Kami punya prinsip, kritik tetap kritik, kontrol tetap kontrol. Tidak boleh ada keputusan yang diambil sepihak oleh individu maupun oknum,” katanya.
Lebih lanjut, Aldhy menegaskan GMNI akan tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat dan menjaga kepercayaan publik sebagai bagian dari gerakan mahasiswa.
“Kami hanya ingin publik tahu bahwa GMNI tetap berada di pihak rakyat, bukan di pihak penguasa. Kepercayaan publik adalah harga mati bagi kami dan akan terus kami jaga,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Padang, Michael Firmansyah, mengatakan HMI tetap mempertahankan independensinya dalam menyikapi setiap kebijakan pemerintah.
Menurutnya, hubungan organisasi dengan pemerintah harus tetap berada pada posisi yang proporsional sehingga fungsi kontrol sosial dapat berjalan.
“Hubungan HMI dengan pemerintah berada di posisi tengah, tidak dekat dan tidak berjarak,” ujarnya.
Michael menegaskan, HMI bersama organisasi kepemudaan lainnya tidak akan berkompromi dengan pejabat maupun politikus dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Tidak ada kompromi dengan pejabat atau politikus,” tegasnya. (Raf)
Wartawan: Nur Hanifah (Mg), Irfannov Zacky Aji (Mg).