Suarakampus.com- Menjaga kerukunan dalam sebuah pluralitas mahzab memberikan pengaruh terhadap hukum keluarga kontemporer di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Khairuddin Nasution selaku Guru Besar (Gubes) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (12/06)
“Butuh kerja sama dan sinergitas untuk berhadapan dengan berbagai kondisi pemahaman yang beragam,” katanya.
Lanjutnya, hal tersebut dapat terlihat dari banyak faktor dalam sebuah pernikahan seperti faktor kesiapan yang dilihat dari balighnya seorang perempuan. “Banyak kasus perempuan yang baru menikah langsung meninggal lantaran ketidaksiapan tadi,” jelasnya.
Ia mengungkapkan ada juga berupa munculnya konflik antar pasangan yang baru menikah sehingga membuat angka perceraian di Indonesia meningkat. “Terkadang tujuan pernikahan itu sendiri tidak terwujud,” pungkasnya.
Kendati demikian, kata dia, kekurangan pasangan juga menjadi pemicu konflik seperti stanting, Inteligent Quotient (IQ) yang berbeda dari yang lain, lambat memahami, dan sering ketawa terlambat. “Hal ini terjadi apabila kekurangan tersebut terlihat setelah pernikahan,” paparnya.
“Ini juga sering terjadi akibat perjodohan yang umumnya saling tidak mengenal satu sama lain,” tutupnya. (wng)
Wartawan: Nur Hikmah Nasution (Mg), Muhammad Salohot Nasution (Mg), dan Sri Wahyuni (Mg)