Jurnalpos Media Gelar PJTLN, Bahas Advokasi Jurnalisme

Dokumentasi kegiatan PJTLN (Foto: Alif/suarakampus.com)


Suarakampus.com- Berangkat dari pentingnya advokasi untuk pers mahasiswa, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Jurnalpos Media UIN Bandung gelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang pertama. Pelatihan tersebut hadirkan Ketua Umum YLBHI, Asfinawati sebagai pemateri, Jumat (05/10).


PJTLN tersebut diadakan secara daring, dimulai pada 05-07 November mendatang. Dengan mengusung tema Membentuk Jurnalis Mahasiswa yang Independen, Handal dan Kritis Melalui Pembekalan Advokasi Jurnalisme.


Selaku Ketua Panitia, Firman berterima kasih kepada yang telah mendaftar. “Selamat kepada peserta yang lolos dan mengikuti pelatihan ini, terima kasih banyak atas waktunya,” ucapnya di acara pembukaan pelatihan melalui zoom meeting.


“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat menambah ilmu dan wawasan teman-teman ketika turun ke lapangan nanti,” tuturnya.


Hal yang serupa juga dikatakan oleh Pemimpin Umum Jurnalpos Media, Ahmad Baihaqi, ia menjelaskan selama tiga hari ke depan peserta akan disuguhi materi yang fokus membahas advokasi untuk persma.


“Nanti akan ada pemateri yang kompeten di bidangnya, semoga peserta dapat memetik hasil dari pelatihan ini nantinya,” harapnya kepada peserta pelatihan.


Dalam pembukaan, turut hadir Ketua Prodi Jurnalistik UIN Bandung, Enjang Muhaemin, ia menuturkan bahwa memang perlu diadakan pelatihan yang fokus membahas bagaimana advokasi untuk pers mahasiswa. “Mudah-mudahan pelatihan ini bisa jadi spirit semangat untuk teman-teman di pers mahasiswa,” tutur pria yang akrab disapa Pak Enjang itu.


“Dalam UU Pers, secara eksplisit tidak muncul advokasi untuk pers mahasiswa, dan secara tidak langsung hal tersebut menyebabkan pers mahasiswa menjadi kelompok rentan yang akan mudah dikriminalisasi nantinya,” jelasnya.

Penting untuk pers mahasiswa paham dan bisa memposisikan diri serta bertindak jika nanti terjadi hal yang tak diinginkan, kata Enjang. Pasalnya, UU yang mengatur untuk pers mahasiswa secara khusus belum ada.

“Pelatihan ini perlu, karena kita akan membahas advokasi dan berguna sekali dipahami. Selain itu pemateri yang akan hadir juga pakar di bidangnya,” jelasnya di akhir pembicaraan. (gfr)

Wartawan: Alif Ilham Fajriadi

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pengurus DWP UIN IB Resmi Dikukuhkan, Husna: Mesti Berperan Aktif

Next Post

Film A Thousand Cuts: Tubuh Demokrasi Tersayat Akibat Pers Dibungkam

Related Posts
Total
0
Share